Senin, 04 Februari 2013

Inilah Fungsi Filter Kabin pada Mobil

Udara yang masuk ke dalam ruang penumpang alias kabin juga perlu disaring agar hembusan angin dari blower AC tetap segar. Untuk mobil keluaran terakhir, pabrikan sudah memasangkan filter kabin sebagai kelengkapan standar. 
Bila saat menghidupkan AC tercium bau anyir atau bau tak sedap, dipastikan filter kabin sudah kotor. Filter kabin ini memiliki dua macam penyaring. Selain material serabut kain sebagai penangkal udara atau debu kotor dari luar, juga dilengkapi dengan carbon active untuk menyaring bau-bauan kurang sedap. 

Untuk beberapa tipe penyaring kabin, ada juga yang tidak dilengkapi carbon active. Biasanya tergantung dari spesifikasi pabrikan. Bahkan tak jarang mobil yang belum dilengkapi filter kabin ini dibuatkan secara customized agar kondisi udara di dalam kabin selalu bersih.

Cara Mudah Deteksi Penyebab Mobil 'Brebet'

Jika mendapati tenaga mobil bermasalah jangan langsung pergi ke bengkel. Mungkin saja masalah yang dihadapi sebenarnya bisa dikerjakan sendiri. Penyebab mesin brebet secara garis besar ada dua, yakni yang berhubungan dengan api dan bahan bakar. 

Untuk pengapian, komponennya ada koil, kabel busi dan busi. Sementara untuk bahan bakar, ada injektor/karburator, fuel rail, fuel pressure, filter dan pompa. Jadi kalau ada masalah di komponen-komponen itu, ya bisa menyebabkan mesin brebet. 
Gejala brebet biasanya terjadi pada semua tingkat kecepatan. Sebab pasokan api atau bahan bakar yang dikirim dari sumbernya tidak bisa sampai ke tujuan dengan sempurna. Contoh, ketika terjadi perpindahan gigi, mesin brebet. Kondisi pengapian yang sudah tidak bagus, tak mampu untuk membakar jumlah bahan bakar yang masuk. Akibatnya justru over supply bahan bakar. 

Salah satu cara mudah mengetahui adanya kebocoran pengapian ketika malam hari. Simpan mobil di kegelapan, kemudian nyalakan mesin. Pantau sekitar perangkat pengapian, kalau ada kebocoran biasanya akan terlihat. 

Lain lagi untuk mengetahui adanya masalah dalam sistem bahan bakar. Salah satu metodenya dengan menginjak secara tiba-tiba pedal gas sampai menyentuh dek. Jika ada brebet, sebaiknya diperiksa komponen-komponen yang ada. Sebab kalau diinjak secara mendadak, mesin akan minta bahan bakar dalam jumlah banyak. Kalau ada yang masalah, jelas jumlah tersebut tak tercukupi yang akhirnya bikin brebet. 

Analogi sederhananya, anggap saja seperti kran air, slang dan penyemprot tanaman. Kran air diibaratkan fuel pump atau koil. Kemudian slang sebagai kabel busi atau fuel rail. Penyemprot tanaman sebagai busi atau injektor. Jika kran dibuka penuh tapi ada kebocoran di slang, maka air yang keluar di penyemprot tanaman juga tak bisa maksimal. Selain itu, komponen pemberi dan penerima perintah mesin juga bisa menyebabkan mesin brebet. Seperti ECU, air flow, crank sensor, atau juga camshaft sensor.




Artikel Terkait:
Berapa Lama Waktu Ideal Memanaskan Mesin Mobil
Inilah Komponen-Komponen Mesin yang Sering Bermasalah


Minggu, 03 Februari 2013

Cara Cerdas Mengendarai Mobil Transmisi Matik (Bag.2)

Dengan kondisi jalan penuh kemacetan seperti sekarang, pilihan logis saat berkendara adalah menggunakan transmisi matik. Dengan bantuannya, Anda tak perlu repot menaik-turunkan posisi gigi. Cukup injak pedal gas dan rem, dan Anda bisa fokus ke jalan.

Meski begitu, Anda tidak bisa memperlakukannya seenaknya. Mekanisme dalam transmisi ini membutuhkan perlakuan yang bijaksana agar usia pakainya bisa bertahan lama. Selain itu, kehati-hatian memakai juga terkait kenyamanan dan keselamatan berkendara.


Hindari perilaku berikut saat kendarai mobil dengan transmisi matik:

Jangan langsung pindah dari D ke R
Sekali lagi, karena ingin cepat, Anda langsung memindahkan gigi dari D ke R saat ingin mundur. Padahal transmisi butuh waktu untuk membalikkan arah putaran ke mundur.

Tambah parah jika Anda melakukannya saat mobil masih berjalan. Di dalam, kerusakan bisa terjadi pada planetary gear dan one way clutch. Mekanisme penerus tenaga seperti as kopel atau as roda depan dapat ikut berkurang usia pakainya.

Masukkan dulu ke N, biarkan sejenak, lalu perlahan geser ke R. Biarkan beberapa saat hingga mesin benar-benar terhubung dengan transmisi. Biasa ditandai oleh entakan halus.

Jangan gunakan ponsel
Karena tangan kiri relatif santai bekerja, Anda lantas berasumsi bebas memakai telepon genggam. Ingat, kedua tangan dibutuhkan saat olah kemudi. Jangan membiasakan mengemudi hanya dengan satu tangan. Begitu harus manuver cepat atau di tempat sulit, tangan Anda tidak bisa bergerak cepat.

Selain itu tentu berkaitan dengan aspek keselamatan berkendara. Walau fokus pada tuas transmisi berkurang banyak, tetap saja Anda harus memperhatikan secara seksama kondisi jalan. Dan itu sulit dilakukan jika pikiran terbagi ke smartphone.

Cukup kickdown ketika menyalip
Karena ingin respons cepat, kita sering menurunkan posisi gigi saat menyalip. Tidak salah jika dilakukan sesekali. Menjadi masalah jika Anda lupa mengembalikan ke D. Tertahannya gigi di posisi lebih rendah memboroskan konsumsi BBM.

Karena dipaksakan, seringnya perpindahan gigi secara manual berefek pada longgarnya bearing yang berada pada main shaft. Kejadian ini ditandai dengan semakin lamanya perpindahan antara gigi yang ada.

Untuk amannya, cukup injak pedal gas lebih dalam atau kickdown saat menyalip, dan biarkan transmisi menurunkan sendiri posisi gigi sesuai kebutuhan. Hal ini mengurangi risiko rusaknya komponen transmisi.

Gunakan gigi rendah di jalan menurun
Jangan paksakan di D saat menuruni pegunungan seperti di Puncak. Jangan ragu untuk menurunkan posisi gigi satu step atau overdrive supaya mesin mendapatkan efek engine brake.

Jika turunannya lebih curam, Anda bisa menurunkannya satu posisi lagi. Atau bahkan di posisi gigi 1 kalau memang diharuskan. Upaya ini juga membantu kerja rem agar lebih ringan.

Segera kembalikan gigi ke posisi normal saat menemui jalan rata. Jika tidak, beban kopling akan semakin berat. Aplikasi katup pada transmisi matik konvensional dapat membuat per di balik aktuator piston bermasalah akibat tekanan berlebih.

Hal ini mengakibatkan perpindahan menjadi tidak nyaman atau mengentak. Jika sampai terjadi, terpaksa harus melakukan penggantian komponen. Perlakuan serupa dapat ditempuh pada jalan menanjak.

Jangan nafsu dengan mode Manual atau Sport
Karena memberi respons lebih cepat, Anda menjadi nafsu menggunakan mode ini. Padahal, jika dipakai terus pastinya akan memperboros konsumsi BBM. Dan jangan lupa, teknologi kopling yang digunakan tetaplah sama, yakni fluida yang terdapat jeda saat perpindahan gigi.

So, tetap perlakukan secara bijak saat mengemudi cepat. Perlakuan serupa juga wajib diterapkan pada transmisi CVT atau sabuk baja, dan kopling ganda.

Cara Cerdas Menggendarai Mobil Transmisi Matik (Bag.1)

Dengan kondisi jalan penuh kemacetan seperti sekarang, pilihan logis saat berkendara adalah menggunakan transmisi matik. Dengan bantuannya, Anda tak perlu repot menaik-turunkan posisi gigi. Cukup injak pedal gas dan rem, dan Anda bisa fokus ke jalan.
Meski begitu, Anda tidak bisa memperlakukannya seenaknya. Mekanisme dalam transmisi ini membutuhkan perlakuan yang bijaksana agar usia pakainya bisa bertahan lama. Selain itu, kehati-hatian memakai juga terkait kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Hindari perilaku berikut saat mengendarai mobil matik:

Tidak memindahkan tuas ke N
Ketika berhenti lama di di lampu merah, kita kerap lupa memindahkan tuas transmisi ke N. Kondisi ini membuat mesin dan transmisi jadi terhubung. Anda pun harus terus menginjak pedal rem untuk menahan laju mobil.

Kerugian pertama ada pada oli transmisi. Karena terhubung, ia akan terus berputar di dalam torque converter. Ditambah suplai udara terbatas, pelumas akan bekerja dalam kondisi berat dan berisiko mengurangi usia pakainya. 
Otomatis pula konsumsi BBM meningkat lantaran mesin terus bekerja menyuplai tenaga. Dan yang pasti, usia pakai kampas rem turut berkurang karena sering diaktifkan.

Langsung jalan saat tuas di D
Karena ingin cepat, kita sering langsung tancap gas begitu tuas dipindahlan ke D. Padahal transmisi butuh waktu untuk menghubungkan diri ke mesin. Hal ini terkait dengan aliran oli transmisi yang bertugas menggerakkan torque converter.

Bila kebiasaan ini sering dilakukan, maka katup selenoid di dalam transmisi bisa rusak. Tunggu beberapa saat sampai terasa mesin terhubung dengan transmisi, baru jalankan mobil perlahan.

Jangan mengerem dengan kaki kiri
Enaknya transmisi matik adalah kaki kiri Anda tidak perlu bekerja. Biarkanlah itu terjadi dan jangan mencoba menginjak pedal rem dengan kaki kiri.

Secara natural, kaki kanan terlatih untuk menekan pedal rem secara baik. Sehingga, besar tekanan yang diberikan dapat terukur sesuai kebutuhan. Sedangkan kaki kiri tidak terbiasa melakukan hal tersebut. Tanpa sadar Anda justru melakukan pengereman mendadak.

 Jangan di P saat parkir paralel
Karena terbiasa, Anda memposisikan tuas di P saat parkir paralel. Walau tuas rem tangan tidak diaktifkan, mobil tidak bisa didorong dan mengganggu mobil lain yang parkir. Pelajari cara menetralkan transmisi supaya bisa aman parkir paralel.

Beberapa mobil bisa dimatikan mesinnya saat di N. Beberapa bisa langsung dipindahkan dari P ke N setelah mesin dimatikan. Atau cukup dengan menekan tombol di tuas transmisi. Lainnya menggunakan shift lock. Masukkan anak kunci ke dalam shift lock, putar, pindahkan tuas ke N, dan lepas kunci.

Biasakan menginjak rem saat menyalakan mesin
Karena ingin cepat, Anda langsung menyalakan mesin tanpa melihat posisi tuas transmisi. Bisa fatal jika tuas berada di D atau R. Biasakan menginjak rem sebagai langkah pencegahan. Bahkan beberapa jenis mobil mengharuskan kita menginjak pedal rem saat menyalakan mesin.

bersambung.....

Sabtu, 02 Februari 2013

Hindari Makanan Ini Ketika Sedang Mengemudi

Lembaga Administrasi Nasional Keselamatan Lalu Lintas di Amerika Serikat (NTSA) menyimpulkan bahwa orang-orang yang memilih untuk makan dan minum ketika mengemudi meningkatkan 80% kemungkinan mereka untuk dapat mengalami kecelakaan. Lembaga itu juga melaporkan bahwa 65% dari tipe pengemudi seperti ini sering mengalami kecelakaan yang nyaris terjadi.
Ketika fokus pengemudi di jalan teralihkan oleh makanan atau minuman, keterampilan mengemudi mereka dan daya reaksi mereka berkurang ketika dihadapkan dengan situasi yang memerlukan refleks cepat untuk menghindari insiden.

Meskipun Anda pasti akan makan dan minum saat mengemudi, ada beberapa makanan dan minuman yang benar-benar harus Anda hindari ketika sedang menyetir.

1. Minuman panas yang harus dibuka tutup kemasannya terlebih dahulu.
2. Makanan seperti hotdog atau burger yang dapat tumpah.
3. Makanan berminyak seperti ayam goreng yang membuat tangan Anda berminyak
4. Makanan lengket seperti es krim yang akan mungkin akan membuat anda menjilati jari-jari Anda ketika menetes.
5. Minuman berkarbonasi tinggi yang busa karbonasinya yang meleleh dapat menggangu fokus penglihatan Anda.
6. Makanan lembek seperti cokelat yang akan membuat jari-jari dan kemudi anda licin.
7. Makanan seperti donat dengan topping yang bisa berceceran.

Jumat, 01 Februari 2013

Cara Mudah Rawat Pintu Geser Mobil


Mobil dengan pintu geser semakin banyak saat ini. Mulai dari tingkat bawah sampai premium. Untuk membukanya, ada yang masih manual, ada pula hanya tinggal pencet tombol alias "power door". Agar tetap lancar dibuka-tutup, perawatan juga harus diberikan. Berikut  perawatan mobil yang menggunakan pintu geser:
Bersihkan rel dengan kuas kering yang bersih kemudian lakukan pada rel di bodi mobil dengan pintu ditutup. Semprotkan degreaser semisal WD40 untuk melarutkan kotoran dan sisa gemuk  yang sudah kotor.

Setelah itu, usap bagian yang telah disemprot dengan lap bersih. Lumuri kembali rel dengan gemuk. Jangan terlalu banyak, tipis saja. Kalau terlalu banyak atau tebal, kotoran dan debu mudah terperangkap. Cara  yang sama juga dilakukan untuk melumasi rel di bagian bawah (dekat pijakan kaki) dan dilakukan saat pintu dibuka habis.

Beberapa hal yang harus diperhatikan agar pintu geser tidak cepat rusak adalah:
1. Jangan memaksa atau mempercepat laju pintu geser saat sedang aktif.
2. Usahakan tidak terlalu sering menggunakan model otomatis ketika mesin mati karena akan membuat aki cepat tekor.
3. Untuk pintu otomatis, dibuka dengan menekan tombol atau menarik pegangan. Namun saat menarik, jangan diikuti dengan memaksa ke arah belakang.
4. Untuk manual, pintu dibuka dan ditutup tanpa hentakan. Benturan keras bisa menyebabkan pengait pintu rusak atau bisa menutup dengan mantap.

Inilah Teknologi Mobil yang Ramah Lingkungan

Saat ini teknologi ramah lingkungan pada kendaraan cukup mudah ditemukan. Bahkan beberapa pabrikan mobil sedang hingga besar menawarkan teknologi ramah lingkungan pada setiap kendaraan yang dibangun. Mulai mobil hybrid hidrogen hingga mobil listrik. Kendati demikian hanya ada beberapa model teknologi yang dianggap bisa membuat kondisi lingkungan bersih.

Berikut ini merupakan teknologi mobil yang ramah lingkungan. Teknologi ini pun sudah banyak pengakuan dari berbagai industri otomotif global hingga digunakan untuk kemutakhiran produknya.
Fiat Multi-Air
Dari namanya saja sudah ketahuan jika peruahaan mobil Fiat yang membangun teknologi tersebut. Teknologi ini diklaim bisa mengendalikan konsumsi bahan bakar dan emisi rumah kaca hingga 10 persen. Teknologi Fiat MultiAir adalah sebuah mesin yang dilengkapi dengan sistem komputer yang mampu mengontrol buka-tutup katup intake pada mobil-mobil Fiat dan Chrysler. Nantinya kedua perusahaan berharap bisa memanfaatkan teknologi ini pada seluruh model mobil Fiat dan Chrysler di dunia.

Pendeteksi Ban Kempis
Sudah cukup banyak produsen mobil mengaplikasikan teknologi ini pada beberapa line-up mereka. Seperti halnya Nissan yang menjulukinya Nissan Easy-Fill Tire Alert. Lampu indikator akan segera menyala jika ban kekurangan tekanan air. Sinyal tersebut memerintah pemilik mobil agar menambah tekanan angin di ban. Bila tekanan angin ban berkurang bisa mempengaruhi konsumsi BBM.

Ford EcoBoost
Mesin Ford yang baru mengawali debutnya 2012 silam ini tercatat sebagai salah satu teknologi mesin ramah lingkungan. Rahasia di balik mesin kecil namun bertenaga ini sangat luar biasa. Meski kapasitas mesin namun tenaga dan torsinya luar biasa. Diklaim Ford, mesin tersebut dengan tingkat efisien sebesar 20 persen BBM dan mengurangi 15 persen efek rumah kaca.

Honda Eco Assist
Ketika pabrikan mobil menawarkan mobil hybrid dan plug-in hybrid, namun Honda menawarkan teknologi Honda Eco Assist dengan kesuksesan setara mobil hybrid. Teknologi ini membantu pengendara lebih bijak dalam menekan pedal gas. Teknologi ECON yang terintegrasi pada mesin juga mampu memberika feedback baik hingga mengurangi konsumsi BBM ketika pengendara tahu cara berkendara yang baik.

Teknologi Toyota RAV4 Listrik
Toyota juga berhasil mengembangkan mobil tanpa emisi. Namun dari banyaknya mobil listrik Toyota hanya Toyota RAV4 listrik yang paling diakui kehandalannya. Untuk mencapai tahap sempurna, Toyota bekerjasama dengan Tesla mendesain mesin dan transmisi listrik. Mungkin ini satu-satunya SUV listrik yang ramah lingkungan. Diperkirakan dengan sekali ini mobil tersebut sanggup berjalan hingga 165 km.

Mazda SkyACTIV
Mazda salah satu produsen yang tidak gembar-gembor dengan mobil listrik. Tapi Mazda menawarkan kreasi lainnya lewat teknologi SkyACTIV. Dan terbukti sukses. Teknologi ini membuat decak kagum dunia. Bahkan teknologi mesin SkyACTIV pada mobil-mobil Mazda diakui setara dengan mobil hybrid. Dan menariknya tidak hanya mesin, Mazda juga mengembangkan SkyACTIV pada casis, transmisi hingga bodi. Keempat kombinasi ini membuat nilai efisiensi semakin tinggi. Contohnya pada sektor transmisi. Mazda berhasi mengembangkan transmisi rendah friksi dan casis ringan berkat bahan yang dirahasiakan oleh pihak Mazda. Keunggulan dari teknologi SkyACTIV menyumbang tingkat keiritan konsumsi BBM hingga 30 persen.