Tampilkan postingan dengan label spare part. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label spare part. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Februari 2014

Tips Kembalikan Performa Mobil yang Menurun

Mobil berusia di atas 5 tahun biasanya sering mengalami penurunan performa. Apalagi bila kemacetan menjadi menu keseharian. Tumpukan karbon di ruang bakar meningkat sehingga performa mesin pun menurun. Efeknya adalah konsumsi BBM jadi lebih boros dan mesin mudah knocking.
   
Performa Mobil yang Menurun
Untuk itu salah satu solusinya adalah mengusir tumpukan karbon tersebut dengan carbon clean. Ada beberapa cara dapat dilakukan untuk membersihkan karbon di ruang bakar. Cara pertama dengan memasukan cairan penetran via throttle body.

Selain itu, dapat dilakukan dengan memasukan cairan kimia melalui lubang busi dan tangki bahan bakar. Terakhir, bisa juga dengan cara mem-by pass saluran bahan bakar dengan cairan kimia pengusir karbon.

Setelah selesai melakukan teknik carbon clean jangan lupa langsung mengganti oli mesin. Pasalnya, cairan kimia yang bertugas merontokkan karbon di katup dan ruang bakar bisa menyusup masuk ke ruang pelumasan mesin yang menyebabkan performa oli mesin menurun drastis.

Setelah itu periksa juga sistem pasokan udara. Lihat kondisi filter udara. Kalau sudah rusak atau terlalu kotor lekas diganti. Tujuannya untuk menyalurkan udara bersih yang dibutuhkan mesin untuk proses pembakaran.

Terakhir, coba periksa sistem pengapian, khususnya busi. Maklum komponen ini jarang sekali diganti. Cek juga apakah busi yang dipakai sesuai dengan spesifikasi atau rekomendasi pabrik atau tidak.

Rabu, 20 November 2013

Inilah Komponen-Komponen Mesin yang Sering Bermasalah

Meskipun anda tidak akan membenahinya sendiri tetapi anda wajib tahu beberapa komponen mesin yang paling sering bermasalah sehingga tidak mudah dicurangii oleh "bengkel nakal" dan membuat biaya perbaikan membengkak.


Pendeteksian komponen rusak harus diawali dengan pengetahuan akan fungsi komponen tersebut. Berikut fungsi masing-masing komponen dan indikasi kerusakannya:

1. Distributor
Komponen ini berfungsi menyuplai tenaga hasil pengapian ke semua komponen penggerak di rangkaian mesin. Bila pendisribusian tenaga terganggu otomatis mesin bekerja dengan tidak baik.

2. Koil
Koil berfungsi untuk membangkitkan energi listrik. Sehingga bila rusak, maka proses pengapian juga tidak akan terjadi. Hal serupa juga terjadi pada busi, yang berfungsi untuk memantik proses pengapian.

3. Busi
Busi yang aus akan terlihat dari bentuk kepalanya yang sudah rusak atau bisa juga renggang. Bila anda menemukan salah satu busi bermasalah anda wajib mengganti satu set (seluruh busi mesin anda) karena biasanya kondisi busi lainnya tidak jauh berbeda.

4. Sistem injeksi (Khusus mobil bersistem injeksi, bukan karburator)     Sistem injeksi ini adalah sistem distribusi bahan bakar yang mengalirkan bahan bakar kedalam silinder mesin.

Sebenarnya komponen ini jarang rusak namun sering kali menimbulkan gejala bila kotor/tersumbat. Indikasi injector (sistem injeksi) tersumbat yaitu mesin akan bergetar kasar yang tiba-tiba muncul dan segera hilang kala gas diinjak dalam-dalam dan putaran mesin tinggi.

Coba lakukan langkah berikut:
- Nyalakan mesin dan masukan gigi pada posisi netral
- Injak pedal gas dalam-dalam secara tiba-tiba (seperti mau ngebut)- Bila mesin terasa terbatuk; bahasa sehari-harinya "nge-brebet" kemungkinan besar injector anda kotor.

Solusinya adalah dengan melakukan Injector Cleaning. Ada beberapa metode diantaranya Ulrasonic dan Interject Service. Injector Cleaning sebaiknya dilakukan setiap 40.000 km untuk menjaga sistem ini selalu prima.

Sebagai catatan, bensin Premium lebih kotor dibandingkan Pertamax dan Pertamax+ sehingga otomatis mobil yang menggunakan bensin Premium Injectornya cenderung lebih cepat kotor.


5. Karburator
Secara fungsi sama dengan injektor yaitu memasok bensin ke silinder namun karburator bekerja secara mekanis manual sedangkan injektor yang sudah elektronik.

Setelan katup Karburator
Ini bukan komponen, hanya settingan saja. Bila setelan idle katup terlalu tinggi katup karburator tak menutup sempurna, dan menyebabkan supply bahan bakar ke silinder terlalu banyak.

Senin, 11 November 2013

Inilah Penyebab RPM Mobil Naik Sendiri

Mungkin Anda pernah mengalami tiba-tiba mobil Anda �meraung� sendiri, alias gas meninggi padahal pedal tidak diinjak? Biasanya ini terjadi ketika kecepatan rendah atau dalam keadaan berhenti. 

Bahayanya jika mobil kita bertransmisi otomatis. Proses pemindahan gigi dari netral ke D terasa keras seperti dipaksa. Sebab tekanan oli gearbox tergantung dari putara mesin. Efeknya tentu akan memperpendek usia transmisi. Selain itu mobil bisa meluncur cepat secara tiba-tiba. 

Kasus gas meninggi ini biasanya terjadi pada mobil-mobil injeksi dengan pengaturan komputerisasi. Banyak mekanik langsung menuduh kalau gejala ini akibat dari servo idle speed control (ISC). Padahal, tidak sepenuhnya komponen ini bisa disalahkan. Banyak hal lain yang membuat kinerja ISC tidak optimal.

Kemungkinan besar memang bermasalah pada ISC, tetapi bisa saja dari komponen lain. Pengguna yang jorok dan jarang merawat mobil, biasanya kerap mengalami hal ini.

Langkah pertama, cek ISC itu sendiri. Indikasi terbesar karena kebocoran udara atau salah satu katup servo tidak menutup karena kotoran atau kerak uap oli yang terhisap dari ruang bakar. Bersihkan menggunakan lap atau cairan khusus. Jika komponen ini yang bermasalah, biaya penggantian akan cukup mahal, lebih dari Rp 3,5 juta.

Jika ISC ternyata tidak bermasalah, mungkin bisa jadi karena hal berikut ini:
1. Kurang menjaga kebersihan komponen yang seharusnya dirawat rutin. Misalnya saringan udara dan air flow sensor unit. Pastikan mengganti atau membersihkan secara teratur.
2. Cek throttle body, injektor, EGR Valve. Rawat dan bersihkan.
3. Selang-selang vacuum juga harus bersih. Tersumbat sedikit saja bisa mengakibatkan komponen lain terganggu.
4. Karena mobil masa kini banyak mengandalkan sensor-sensor, jaga kondisinya dan selalu mengecek ketika perawatan berkala.

Kamis, 18 Juli 2013

Tips Pilih Bengkel Mobil Non-Resmi

Bengkel resmi agen pemegang merek (APM) rata-rata memiliki standar kualitas yang baik, sesuai dengan syarat dari prinsipal-nya. Artinya, ada standar yang berlaku secara internasional, misalnya workshop BMW atau Mercedes-Benz di Indonesia, memang sesuai dengan standar kedua manufaktur itu secara global.

Demikian pula dengan bengkel resmi Toyota, Suzuki, Ford, Honda, Chevrolet, Mazda, Daihatsu, Subaru, Ferrari dan sebagainya.


Tetapi, bagaimana bila suatu ketika Anda harus masuk ke bengkel non-resmi? Atau ketika Anda memang ingin memilih perawatan mobil Anda diserahkan kepada bengkel non-resmi? Agaknya, Anda harus punya prinsip bahwa penampilan sebuah bengkel tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas pekerjaan dan layanannya.

Artinya, bisa saja sebuah bengkel tampil bagus dan megah, namun kualitas pekerjaannya kurang memuaskan. Atau sebaliknya, suatu bengkel kelihatan bergaya 'asli bengkel' (terlihat kotor dengan banyak ceceran oli atau tool yang berserakan), termasuk bangunan yang sederhana, namun kerjanya memuaskan.

Memang tak mudah menemukan bengkel non-resmi yang cocok di hati. Kuncinya adalah 'teliti sebelum membeli'. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang suatu bengkel yang Anda incar, baik dari teman-teman, mailing list, atau media cetak.

Kemudian bila Anda merasa berminat pada bengkel itu, mulailah dengan meminta layanan yang mudah dan murah, misalnya penggantian oli, spooring-balancing dan sebagainya. dari pekerjaan kecil seperti itu, Anda bisa menilai kira-kira seperti apa kualitas bengkel itu untuk pekerjaan yang lebih besar.

Selain itu, jangan ragu untuk berkomunikasi dengan mekanik, manajer atau pemilik bengkel, untuk mengetahui sejauh mana kepedulian mereka kepada pelanggan, sekaligus kemampuan mereka dalam dunia mobil. Bila Anda berhasil menemukan bengkel non-resmi yang cocok, maka selanjutnya perawatan mobil Anda bisa lebih murah, berkualitas, fleksibel dan nyaman.

Senin, 25 Maret 2013

Perlunya Spooring dan Balancing untuk Mobil Anda

Saat mengendarai mobil tiba-tiba Anda merasakan getaran hebat pada kemudi mobil Anda, apalagi saat mobil tengah melaju 80 km per jam dan sangat mengganggu perjalanan anda. Atau apakah Anda merasakan suatu guncangan hebat dalam mobil setelah berpapasan dengan bus atau mobil besar lainnya pada kecepatan tinggi.

Jangan menganggap sepele hal ini, meskipun dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan pada spare part mobil anda. Ketahuilah, penyakit dari semua itu kuncinya pada keselarasan (spooring) dan keseimbangan (balancing) roda serta piranti kemudi (setir) sebagai pengendali gerakan mobil.

Biar mobil mulus lagi jalannya, sebaiknya dicek terlebih dahulu semua kondisi ban dan pelek, pengecekan bagian suspensi, hubungan pada setiap sambungan kaki-kaki. Kemudian lakukan perbaikan balancing dan spooring.Pengecekan ban sebelum di-balancing dimaksudkan untuk mengetahui rotari ban. Ban yang tidak seimbang/balance akan membuat setir kemudi mobil anda menjadi bergetar, dan kemungkinan membuat ban menjadi cepat aus bahkan dapat merusak suspensi kendaraan.

Biasanya getaran ini terjadi di atas 80 km per jam. Jadi balancing ban mobil anda secara rutin. Dan untuk melakukan spooring dilakukan jika terasa kemudi membuang ke satu arah ke kanan atau ke kiri. Kegiatan spooring harus dilakukan agar poros titik kelurusan ban mobil tetap terjaga.

Selain itu Spooring perlu dilakukan supaya keausan ban merata dan memberikan kestabilan pengemudi. Pastikan kaki-kaki mobil benar-benar dalam kondisi siap jalan. Jangan biarkan hal ini terjadi pada mobil anda.

Rabu, 13 Maret 2013

Tips Pilih Kaca Film buat Mobil

Semakin banyaknya produk kaca film yang ada dipasaran terkadang membuat konsumen bingung menentukan pilihan. Calon pembeli juga semakin sulit menentukan pilihan ketika dihadapkan pada ragam spesifikasi, merek,dan harga. Apalagi belakangan ini teknologi kaca film sudah berkembang dengan pesat. 


Ambil contoh istilah IR Rejected atau penolakan infra merah yang diciptakan oleh salah satu produsen. Istilah ini kemudian menjadi tren sehingga produsen lain pun turut memakai istilah ini sebagai strategi pemasaran. Ada lagi kaca film yang berbahan dasar keramik karena material ini dipercaya tidak akan mengintervensi gelombang GPS (Global Positioning System), walaupun sebenarnya istilah keramik yang dipakai di sini berbeda dengan pemahaman kita pada umumnya. 

Lalu bagaimana caranya memilah kaca film. Kebutuhan mendasar biasanya menentukan pilihan konsumen, jangan lupa tanyakan tiga pertanyaan ini ke toko kaca film Anda, apakah produk ini bisa menolak panas, apakah produk ini tidak menghalangi pandangan dalam berkendara, dan apakah ada garansinya.

Kamis, 07 Maret 2013

Teknologi Lampu Terbaru dari Volvo

Produsen mobil Volvo telah mengembangkan teknologi baru Active High Beam Control (AHBC), yakni lampu jauh yang tidak menyilaukan. Mereka mengklaim AHBC tak cuma memperhatikan kendaraan dari depan, tetapi juga membuat pengemudi lebih aman  dalam keadaan gelap.


Keuntungan utama AHBC adalah ketika mengemudi sangat minim cahaya. Objek yang biasanya tak tampak seperti mobil parkir di pinggir jalan, binatang, pejalan kaki, atau pengguna jalan lain tanpa lampu bisa lebih jelas terlihat. Tapi, pengguna mobil lain tak kena sorotan cahaya terang ini.

Volvo menjelaskan, lampu bekerja menyorotkan cahaya hanya ke objek yang diperlukan. AHBC menggunakan kamera kecil di atas kaca spion kabin sebagai detektor, mirip yang dipakai pada teknologi rem otomatis di beberapa merek. Kamera ini bertugas mengidentifikasi objek mana yang perlu diberi penerangan, dan mana yang tidak disorot.

Unit kontrol akan menerima informasi dari kamera tersebut, dan meneruskannya ke modul proyektor cerdas yang terintegrasi pada lampu utama. Silinder kecil dengan potongan logam berbagai ukuran akan "menghalangi" cahaya sesuai perintah dari unit kontrol, dan menerangi objek yang diperlukan saja.

Tips Membersihkan Mobil dari Debu

Saat musim kemarau tiba, ada satu masalah yang kerap menghantui pemilik mobil, yakni serangan debu pada permukaan bodi mobil.

Jika sudah begini, maka perasaan risih langsung menyergap. Apalagi jika debunya hanyalah debu halus yang muncul ketika saat mobil diparkir. Satu-satunya jalan tentu dengan membersihkan semua debu agar tampilan mobil menjadi bersih kembali.


Ada cara praktis mendapatkan bersih maksimal. Yaitu menggunakan kemoceng atau sulak. Kemoceng sering digunakan untuk mengenyahkan debu halus tanpa harus mencuci mobil. Sehingga tenaga dan waktu pengerjaan lebih efisien.

Namun ada bebera�pa hal yang perlu diperhati�kan saat membersihkan debu. Jika debunya sudah terla�lu tebal, sebaiknya jangan menggunakan kemoceng, langsung saja cuci dengan air dan sabun.

Jika debu terlampau tebal, membersihkan dengan sulak hanya akan mengundang potensi gores halus. Gerakan me�nyapu permukaan dengan permukaan yang kering akan membuat debu berge�sekan dengan bodi. Gesek�an itulah yang berpotensi menimbulkan baret.

Perhatikan juga warna mo��bil. Jika kelirnya gelap, ke�mungkinan muncul�nya ba�ret halus berbentuk sa�rang laba-laba (swirl mark) jadi le�bih besar. Sehingga, Anda ha�rus pastikan debu yang menem�pel tidak terlalu tebal.

Kemoceng yang paling baik adalah yang berbahan wool. Material ini sangat halus dan efektif menangkap debu. Jika sulit menemukan yang berbahan wool, bisa pilih material microfibre. Bahan ini cukup banyak dijual di toko alat-alat car care

Yang justru tidak direkomendasikan justru bulu ayam. Di bagian bulunya memang halus, sangat halus, tapi bahaya datang dari batangnya yang bersifat keras. Ada kemungkinan batang menggores saat bersentuhan dengan bodi.

Inilah beberapa langkah yang harus diperhatikan saat menggunakan kemoceng.

-Jauhkan gagang dari permukaan bodi. Jika ujungnya terkena bodi maka dapat menggores permukaan.
-Jangan ditekan. Cukup seka ujung bulu kemoceng ke permukaan bodi.
-Lakukan gerakan satu arah. Misalnya dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Gerakan bolak-balik berbentuk kipas sangat berpotensi menimbulkan baret.

Rabu, 06 Maret 2013

Tips Ringan Rawat Power Window Agar Optimal Kerjanya

Memarkirkan mobil ditempat terbuka, jelas efeknya akan negatif. Semisal dengan melekatnya debu-debu yang mengacaukan penampilan mobil. Bahkan bukan tak mungkin, akan mengganggu kinerja komponen.

Salah satunya akan menimpa karet-karet kaca mobil. Bisa jadi mengeras dan membuat kinerja naik-turun kaca jadi kurang lancar. Enggak hanya bikin kaca seret, tapi efeknya juga ke usia pakai motor power window yang bakal lebih cepat aus. 


Supaya hal tersebut tidak terjadi, maka sebaiknya karet-karet pintu dilumasi. Caranya, cukup dengan membersihkan karet pintu yang kotor. Bisa menggunakan lap basah, atau gunakan air langsung supaya lebih bersih.

Jika pakai air, sebaiknya masukkan ke botol lalu beri slang untuk menyemprot. Pembersihan dilakukan pada semua karet pintu. Setelah itu, lumasi menggunakan shampo mobil di semua karet yang ada. 

Untuk bisa menjangkau celah-celah karet gunakan slang yang telah dipotong. Tunggu beberapa saat, supaya sampo mobil tersebut mengalir ke bawah dan masuk ke pori-pori karet. Selain menggunakan shampo mobil, bisa juga gunakan oli yang SAE 10. 

Tapi mesti pilih yang masih baru, supaya pelumasan semakin maksimal. Caranya sama seperti pakai shampo. Tinggal tuang oli di sela-sela karet. Gunakan slang supaya oli tidak keluar dari karet. 

Jika seluruh proses sudah dilaksanakan dengan baik, coba naik dan turunkan kaca. Pasti kaca jalan lebih lancar dibanding sebelum dilumasi sehingga kerja motor power window normal. Keuntungan lainnya, licinnya karet kaca akan mengurangi kemungkinan karet kaca menggumpal pada satu tempat dan mencegah karet keluar dari tempatnya. 

Selasa, 05 Maret 2013

Jangan Lupakan Ini, Jika Anda Sering Berkendara Jarak Jauh!

Berkendara dengan mobil merupakan sebuah pekerjaan yang mengandung risiko tinggi. Salah satunya yang berpeluang besar dialami adalah mogok. Entah karena kerusakan mekanikal, elektrikal atau bencana alam. 

Makanya sebagai pengendara mesti menyiapkan diri menghadapi berbagai kondisi. Salah satunya dengan menyiapkan emergency kit yang mampu membuat Anda survive bila mesti mogok di tengah jalan atau terjebak banjir.


Perjalanan ke luar kota kita sering melintasi daerah yang terpencil. Bila mengalami masalah dengan kendaraan di area ini bisa menimbulkan kesulitan. Berikut emergency kit untuk perjalanan jauh :

STRAP
Tali untuk menderek kendaraan bila mogok. Ukuran dan kemampuan tariknya bervariasi. Harga yang ditawarkan juga beragam, mulai Rp 80 ribu sampai Rp 180 ribu.

KABEL JUMPER
Mesin mobil tidak bisa di-start karena aki rusak bisa diselesaikan dengan cara jumper. Ini adalah cara menghidupkan mobil dengan mengkoneksikan aki yang rusak dengan aki mobil lain menggunakan kabel. Makanya kabel jumper perlu ada di mobil.

PENAMBAL BAN INSTAN
Paket tambal ban do-it-yourself ini terdiri dari alat penusuk, alat penambal, karet penambal dan lem. Bahkan ada juga yang melengkapi dengan cutter atau pisau pemotong ukuran kecil.

SEKRING CADANGAN
Beberapa mobil sudah dibekali pabrik sekring cadang�an. Namun, bila tidak bisa membeli sendiri. Tinggal lihat model sekring yang dipakai dan ukurannya.

CAIRAN CADANGAN
Mesti membawa air buat radiator maupun oli atau minyak rem cadangan. Tidak banyak, hanya untuk menambahkan bila tiba-tiba terjadi kebocoran.

POMPA UDARA PORTABEL
Peranti ini merupakan perpaduan penting dengan penambal ban instan. Tanpa alat ini, ban yang telah ditambal tetap tidak dapat digunakan. Apalagi pompa undara portabel ini kini ditawarkan dengan beragam fitur lainnya seperti senter dan pengukur tekanan angin ban.

Inilah Fitur Keselamatan Terbaru dari Volvo

Banyak inovasi yang sudah Volvo hasilkan untuk urusan safety. Kini, mereka memperkenalkan teknologi yang mampu mendeteksi adanya sepeda.

Safety memang seperti nama belakang dari merek asal Swedia ini. Sabuk pengaman adalah salah satu produk inovasi mereka, begitu pula soal pengembangan airbag di dunia otomotif.


Kali ini  Volvo kembali menunjukkan inovasinya dengan memperkenalkan fitur keselamatan terbaru yang dapat mendeteksi dan secara otomatis melakukan pengereman bila ada pengendara sepeda yang meliuk dan menyalip di depan mobil.

Nantinya, semua mobil Volvo akan mengaplikasi teknologi ini, alasannya pengembangkan teknologi ini adalah karena menurut data kecelakaan, sekitar 50 persen dari semua pengendara sepeda yang tewas di jalanan adalah akibat dari bertabrakan dengan mobil.


Pada dasarnya, teknologi ini bekerja dengan menggabungkan kemampuan kamera yang ada di kaca depan dengan radar yang ada di grille yang mampu mendeteksi pergerakan apa saja di depan mobil. 

Berkat bidang luas yang dipantau keduanya, mobil ini mampu membaca pola gerakan dari pengendara sepeda untuk menentukan apakah keduanya berbahaya atau tidak.

Bila sistem di mobil menganggap ada bahaya, maka mobil akan secara otomatis mengerem untuk menghindari bahaya.

Kamis, 28 Februari 2013

Tips Terhindar Membeli Suku Cadang Palsu

Konsumen di Indonesia sebagian besar masih belum sadar dengan hak dan kewajibannya dalam transaksi sehari-hari, termasuk membeli suku cadang.

Di Indonesia memang belum ada yang bisa menjamin keaslian sebuah produk. Untuk menghindari produk palsu, setiap konsumen wajib mawas diri.


Dua hal yang perlu diperhatikan konsumen saat membeli onderdil kendaraan bermotor. Pertama, pastikan memilih toko resmi untuk membeli suku cadang pengganti. Dengan memilih toko resmi, mengurangi potensi membeli onderdil palsu. .

Meski konsumen belum bisa memperoleh jaminan mendapatkan produk asli, ketika terjadi masalah, bisa langsung komplain ke toko tersebut dengan hak dilindungi Undang-Undang konsumen.

Aspek kedua yang wajib diperhatikan, kepastian memperoleh garansi penggantian produk jika bermasalah dalam periode tertentu. Pastikan suku cadang yang dibeli bergaransi resmi. Hal ini, memperkecil Anda mendapatkan barang palsu.

Sampai kini, masih banyak konsumen tidak tahu dengan hak produk yang dibeli. Jarang sekali laporan kerusakkan, meski dibeli di toko resmi.

Keluhan cukup banyak, adalah layanan. Misalnya rumah sakit, jasa, dan lainnya. Tetapi, kalau produk rusak atau tidak standa, laporannya masih minim, Ini yang harus diubah.

Minggu, 24 Februari 2013

Tips Ringan Merawat AC Mobil

Sistem pendingin kabin telah menjadi peranti standar mobil. Masalahnya, banyak pemilik kendaraan yang tidak melakukan perawatan AC. Padahal, sistem ini juga butuh perawatan berkala layaknya mesin untuk menjaga agar kondisinya tetap optimal. 
Beberapa komponen butuh perhatian. Misalnya receiver dryer,  yang tak ubahnya saringan oli atau bensin pada mesin yang perlu diganti secara berkala. Untuk mobil baru, receiver dryer  perlu diganti setelah berumur 2 tahun. Sedangkan untuk mobil lawas, perlu diganti setiap tahun. 

Begitu pula dengan evaporator di kabin yang perlu dibersihkan setiap tahun. Debu yang menempel di evaporator dapat menyebabkan karat. Bila dibiarkan, evaporator akan keropos dan terjadi kebocoran.

Untuk mencegah penumpukan kotoran di evaporator, karpet mobil mesti sering dibersihkan dan selalu gunakan mode sirkulasi AC tertutup sehingga udara luar yang kotor tidak masuk ke dalam kabin.


Bagi pemilik sedan atau mobil yang memiliki ground clearance rendah, kondensor yang berada di depan radiator perlu dibersihkan setiap 3 bulan sekali atau sehabis hujan. Pasalnya, kotoran dari jalanan sering hinggap, sehingga proses pelepasan panas di kondesor menjadi terganggu. Langkah pembersihan dapat dilakukan sendiri.

Tinggal menyemprot air dengan tekanan agak kuat ke kondensor AC di balik gril � sebaiknya lakukan hal ini dalam kondisi dingin. Perilaku pemilik kendaraan juga dapat mempengaruhi umur pakai AC.

Misalnya, tidak mengaktifkan AC saat mesin berputar di atas 2.000 rpm atau saat berhenti � kecuali dalam kondisi macet. Kedua hal ini bisa membuat umur kompresor dan sistem AC akan lebih panjang.
 

Mengenal Fungsi Extra Fan Pada Mobil

Extra fan merupakan kipas tambahan yang digerakkan oleh listrik dan terpasang di depan radiator sebagai pendukung dari kipas utama. Extra fan ini dijadikan sebagai suplai tambahan angin saat mobil dalam kondisi macet. 
Seringpula dijadikan alat bantu pendingin kondensor AC agar freon yang perlu didinginkan mendapat pasokan angin tambahan dari kipas tambahan ini. Untuk beberapa tipe mobil, kipas ekstra ini menjadi kelengkapan standar. 

Pada mobil-mobil Eropa yang cenderung memiliki suhu mesin lebih panas, extra fan menjadi keharusan. Untuk maintenance, extra fan harus ditengok karena dinamo kipas memiliki usia pakai.

Rabu, 20 Februari 2013

Tips Atasi Mobil yang Tersendat-sendat

Para pemilik mobil lawas biasanya sering mengeluhkan terjadinya gejala tersendat-sendat atau endut-endutan pada saat mobilnya berjalan di RPM rendah dan masuk ke gigi dua. Tapi hal itu juga bisa terjadi pada mobil baru yang kurang diperhatikan atau jarang dirawat.
Bagi yang pernah mengalami hal tersebut tidak perlu khawatir dan panik, hanya perlu memeriksa beberapa part saja.

Penyebab mobil jalannya tersendat-sendat atau endut-endutan pada RPM rendah itu bisa terjadi dari setingan mesin yang kurang pas. Minimal harus melakukan pengecekan pada mesin atau servis ringan.

Lebih lanjut, hal yang perlu diperhatikan yakni mengecek beberapa part yang dianggap dapat mempengaruhi kinerja mesin seperti mengecek busi, fuel filter dan air filter. Ketiga part itu yang bisa mempengaruhi mobil jadi terasa tersendat-sendat di rpm rendah.

Sementara itu, kalau semuanya sudah di cek biasanya pada kendaraan atau bengkel selalu mempergunakan alat scanner untuk mendeteksi seluruh sensor yang ada dalam system engine. Scanner akan memastikan utk "no trouble code" jika tidak ada masalah atau masalahnya sudah terselesaikan.

Kalau semua itu sudah dijalankan sepertinya akan mobil akan aman dan tidak lagi ada endut-endutan diputaran bawah atau atas.

Senin, 18 Februari 2013

Efek Pemakaian Oli Aditif buat Mobil

Pemilik mobil sering tergiur dengan iklan-iklan yang ditawarkan oleh produsen oli aditif karena disebutkan dengan menggunakan aditif tersebut akan mendapat banyak keuntungan pada mesin mobilnya.
Tapi hati-hati pemakaian aditif dalam jangka waktu yang panjang ternyata tidak aman untuk mesin mobil. Karena pada kenyataannya menggunakan aditif akan menimbulkan kerak yang menumpuk pada sistem pelumas mesin.

Pemakaian aditif dalam waktu lama tidak aman karena biasanya akan menggumpal, walaupun dalam promosinya dikatakan akan mencair tapi kenyataannya tidak.

Juga pada mobil-mobil tertentu seperti pada mobil injection akan ada nozzle/injector yang mekanismenya sangat sensitif atau lubang pengabutan sangat halus. Ini yang mengakibatkan mobil terasa tidak enak untuk dikendarai. Kerak-kerak yang menggumpal akan masuk ke sistem tersebut.

Sebaiknya menjalankan service rutin saja sesuai yang disarankan oleh pabrikan mobil  maka akan aman dan tidak perlu menggunakan aditif segala macam.

Sabtu, 16 Februari 2013

Tips Ringan Ganti Oli Mesin Mobil

Untuk memilih pelumas yang tepat sebenarnya sangat mudah. Tapi tak jarang pemilik kendaraan dibuat bingung karena banyak mendapat masukan dari teman-temannya soal penggunaan pelumas. 
Berikut tips ringan memilih pelumas yang baik:

Pertama, pelumas sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan mobil. Di sini yang harus dilihat itu kekentalan pelumasnya. Kekentalan pelumas kan bermacam-macam ada yang 10:40, 5:40 atau 15:50.

Kedua, perhatikan spesifikasi performance pelumas. Karena pelumas yang baik harus memenuhi standar international. Hal itu dapat dilihat dari tulisan EPI, SN, atau SI.

Selain itu, konsumen yang hendak mengganti oli sebaiknya memilih pelumas yang direkomendasikan oleh masing-masing pabrikan. Karena yang mangakui pelumas itu bagus atau tidak adalah manufactur tersebut.

Biasanya setiap pabrikan tidak hanya merekomendasikan satu produk pelumas. Sebagai langkah antisipasi jika suatu kendaraan itu berada di satu tempat tapi pelumas tertentu tidak ada. Makanya tidak hanya satu produk yang direkomendasikan.

Hal penting lainnya, konsumen sebaiknya mengikuti prosedur yang dianjurkan pabrikan untuk mengganti oli. Misalnya, perusahan A merekomendasikan ganti oli setelah penggunaan mobil mencapai 5.000 km atau 10.000 km, maka konsumen harus ikut menggantinya.

Jumat, 15 Februari 2013

Cara Cerdas Pilih Asuransi Mobil

Di karenakan setiap tahunnya tingkat kecelakaan bermotor terus mengalami peningkatan maka tidak ada salahnya kita mengasuransikan mobil kita.
Buat yang berniat mengasuransikan kendaraanya terutama asuransi untuk mobil tidak ada salahnya menyimak tips berikut ini

Jangan terpaku pada tarif premi murah
Sebab dalam persaingan dewasa ini banyak perusahaan asuransi yang banting harga menawarkan tarif premi murah. Padahal belum tentu ada jaminan pelayanan.

Lihat produk asuransi yang ditawarkan
Anda harus melihat luas jaminan, fasilitas atau benefit yang diperoleh. Jadi lihat apakah ditawarkan layanan emergency services, layanan mobil derek dan layanan call center yang dapat mempermudah nasabah saat mengalami kerugian atau kecelakaan.


Lihat jaringan dari perusahaan asuransi yang bersangkutan
Lihat berapa banyak punya kantor cabang atau berapa banyak punya bengkel rekanan sehingga begitu ada klaim tidak perlu menunggu lama guna memperbaiki kendaraan atau melaporkan kendaraan yang hilang

Perlu dipertimbangkan aspek bonafide perusahaan asuransi
Jangan sampai begitu ada klaim bengkel rekanan pun tidak punya. Sebab banyak perusahaan asuransi mengklaim mereka adalah yang terbaik, padahal kondisi keuangannya sudah sangat parah.

Intinya jangan sampai termakan iklan. Jangan mentang-mentang preminya murah jadi langsung Anda tertarik dengan asuransi tersebut.

Selasa, 12 Februari 2013

Tips Agar Mobil Lolos Uji Emisi

Semua mobil sebenarnya memiliki kesempatan yang sama untuk menghasilkan sisa gas buang yang ramah lingkungan. Termasuk mobil dengan fuel system  yang masih menggunakan  karburator. Sebab, uji emisi diukur saat mesin dalam keadaan idle  (putaran mesin konstan). 

Secara prinsip, kalau perawatan mesin dilakukan dengan rutin, mobil berkarburator tak akan kesulitan untuk lulus uji emisi. 

Lulus tidaknya uji emisi sepenuhnya tergantung pada kondisi mesin. Semakin sehat maka semakin baik. Tidak ada faktor lain yang mempengaruhi pengujian ini, seperti rolling resistance,  atau nilai aerodinamika kendaraan, karena pengujian dilakukan dengan posisi mobil tidak berjalan. 

Untuk mengoptimalkan kinerja mesin, perhatikan beberapa komponen yang memiliki peran vital pada proses pembakaran. Diantaranya dengan memastikan kebersihan filter udara dan bensin selalu dalam keadaan optimal. Bersihkan atau kalau perlu ganti dengan yang baru jika sudah tak lagi maksimal kinerjanya.

Begitu juga dengan semua elemen pengapian. Busi, kabel busi, dan koil harus berada dalam kondisi fit. Sehingga menghasilkan ignition  yang sempurna.

Gunakan bahan bakar yang sesuai. Pakailah bensin seperti yang diminta oleh spesifikasi mesin mobil Anda. Sesuai dalam arti cocok dengan waktu pengapian dan perbandingan kompresi ruang bakar.

Beda kasusnya jika knalpot sudah mengeluarkan asap putih. Kemungkinan besar akibat ring  piston atau sil klep yang sudah bermasalah. Dan untuk merevitalisasinya harus dengan turun mesin (overhaul) demi mengganti komponen-komponen tersebut.

Mobil yang menggunakan karburator model vakum seperti Mitsubishi Kuda atau Suzuki Esteem 1.6 lebih susah untuk dikontrol emisinya. Tak lain karena rangkaian sistem yang diusung karburator vakum ini lebih sensitif dibanding model konvensional. Meski begitu, karburator vakum lebih mudah mengail tenaga mesin dibanding karburator biasa.

Terlepas optimalisasi komponen standar, ada perangkat tambahan yang efektif mengurangi emisi gas buang, yaitu air charger.  Alat ini memiliki prinsip dasar menambahkan volume udara di ruang bakar, dengan cara melakukan induksi udara melalui lubang di intake manifold. Efeknya tidak hanya membuat asap knalpot lebih bersih, tapi juga membuat performa mesin meningkat.

Namun ada konsekuensi lain pada aplikasi air charger,  yaitu mesin jadi lebih bergetar dibanding standar. Namun bagi mereka yang tidak sensitif, getaran tersebut nyaris tidak terasa karena kecil sekali.

Senin, 11 Februari 2013

Inilah Ujian yang Harus Dihadapi Agar Ban Lolos SNI

Jalan aspal mulus menjadi idaman para pengendara. Hanya saja, kini semakin sulit mewujudkan hal itu. Karena kondisi jalan yang kian parah kala musim penghujan yang tak kunjung usai. Tidak hanya kubangan, lubang dan jalan rusak bermunculan di mana-mana. Sementara upaya perbaikan jalan, masih terkendala berbagai faktor plus butuh waktu. 

Kondisi ini jelas membuat mobil butuh ban yang andal. Karena inilah satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan jalan. Bisa dibayangkan, bila kualitasnya di bawah standar. Untungnya, kondisi ini disadari oleh pemerintah sebagai regulator. Dalam hal ini, produksi ban yang dijual di Tanah Air mesti lulus uji Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini berlaku untuk segala ban lokal maupun impor. 
Inilah mekanisme serta standar apa saja yang mesti dipenuhi pabrikan ban untuk bisa merengkuh �stempel� SNI. 

Uji performa
Biasanya performa dilakukan dengan pengujian high speed.  Dengan standar SNI yang dilakukan selama 1 jam. Saat start, kecepatan awal adalah 80% dari angka yang direkomendasikan. Kemudian setelah berjalan 10 menit, kecepatan ditambah hingga batas maksimal, bahkan lebih untuk melihat puncaknya.

Dari kecepatan tinggi bakal terlihat daya gesek plus panas yang terjadi pada ban. Sehingga bisa diketahui tingkat kerusakan serta pada kecepatan tertentu kerusakan ini terjadi. Dari situ terlihat, analisis dan rekomendasi terhadap produk tertentu.

Uji ketahanan (endurance)
Daya tahan ban juga merupakan materi pengujian berikutnya. Prosedur pengujian untuk ban luar kendaraan bermotor yaitu untuk uji endurance  (uji ketahanan terhadap berbagai beban). Untuk pengujian ini butuh waktu 34 jam menurut standar SNI.

Beberapa produsen menambahkan batas uji ketahanan ini. Misalnya yang dilakukan Multistrada hingga 48 jam plus beban. Ini artinya rata-rata setiap produk mengalami uji ketahanan hingga 82 jam atau setara nyaris 3,5 hari nonstop.

Plunger test/energy breaking
Tes ini cocok untuk kondisi di Tanah Air. Kondisi jalan yang tidak rata alias rusak menjadi patokan pengetesan. Setidaknya ada 5 titik di permukaan tapak ban yang secara random ditekan satu batang baja dengan diameter tertentu sesuai peruntukannya. Batang baja itu diberi beban sebesar 294 Nm untuk ban berdiameter 15 inci atau reinforced  hingga 588 Nm pada ukuran yang serupa.

Biasanya data akan keluar setelah pengetesan. Umumnya hasil tes tersebut melebihi angka yang direkomendasikan. Secara kasat mata, bila tidak memenuhi standar, permukaan tapak terlihat tak rata atau benjol.

Bead unseating
Secara prinsip, pengetesan bead unseating  mirip dengan plunger test.  Hanya saja bila plunger test  dilakukan pada tapak, bead unseating  lebih ditekan bagian dinding ban. Kegunaan tes ini, agar saat bermanuver kondisi fisik ban tidak terlipat akibat dorongan beban ke samping. Untuk ban berdiameter 15 inci mesti memenuhi beban 8.895 Nm atau setara dengan 907 kilogram dari samping.

Secara uji materi, bead unseating  merupakan pengujian terberat yang harus dilakukan. Tidak heran kalau poin ini benar-benar diperhatikan. Kalau tidak, potensi ban melipat saat bermanuver cukup besar.