Sabtu, 30 November 2013

Kenali Bagian Rawan Jamur & Karat pada Mobil

Ketika mobil terkena guyuran hujan, jangan didiamkan sampai berhari-hari. Dampaknya, bodi kendaraan akan karat dan jamur. Yang terakhir ini juga bisa terkena pada kaca. Penyebabnya, air hujan banyak mengandung asam, terlebih di kota-kota besar yang tingkat polusinya tinggi. 

Sumber karat tak cuma dari hujan, juga datang dari genangan air di jalan. Saat ini banyak sekali garam kimia yang bercampur dengan genangan air di jalanan, mulai dari asam hingga lapisan aspal yang terkelupas. 

Saat mencuci mobil - bila dilakukan sendiri - segera keringkan. Terlebih cucinya pada malam hari dan langsung masuk garasi. Jika pengeringannya tidak maksimal, air akan bersarang pada bagian tertentu di mobil. Karena tidak dijalankan dan tidak tersengat matahari, maka endapan air tadi bisa menimbulkan karat dan jamur. 

Untuk itu, mesti dipahami di mana titik-titik air bersarang dan jamur itu muncul: 

1. Kaca. Perhatikan pada bagian bawah kaca depan maupun belakang. Tepatnya, pada sambungan karet, di situlah tempat berkumpulnya kotoran, bisa berupa debu yang tersapu wiper atau kotoran dari atap mobil. Bila didiamkan, kotoran itu akan mengeras dan berubah menjadi kerak. Karet pun akan mengeras, tidak elastis. 

2. Talang air. Ketika hujan, air dari atap dibuang melalui talang. Saat mobil diam dan diguyur hujan atau usai dicuci, akan menggenang di talang. Pada mobil tertentu, talang itu dilapisi dengan karet. Nah, air yang bercampur kotoran akan mengeras membuat aliran terhambat. Akibatnya oksidasi dengan udara, air tadi menggerogoti pelat dan menjadi karat. Indikasinya, cat terkelupas dan bodi keropos. 

3. Pintu Bagasi. Untuk mobil jenis MPV ada pintu bagasi. Biasanya, kotoran berkumpul pada bagian atas lantaran air dari atap membawa kotoran numpuk di situ. Jumlahnya cukup banyak dan bagian ini jarang mendapat perhatian. 

4. Sepatbor. Cipratan air dari ban yang bercampur kotoran suka menempel dicelah-celah antara plastik penutup fender dengan bodi. Karena basah , ya memicu karat. Maka, ketika mencuci, upaya dengan tekanan air yang kencang. Sebaiknya, bawa ke tukang cuci mobil yang menggunakan kompresor. 

5. Engsel pintu. Bagian ini sering dihinggapi karat. Tandanya, ketika pintu dibuka mengeluarkan suara kriek...kriek. Usai dicuci, jangan lupa engsel di lap dan setelah itu dikasih cairan penetran.

Rabu, 27 November 2013

Tips Cara Merawat Kaca Mobil

Kaca merupakan salah satu komponen penting pada mobil. Karena kaca merupakan pelindung penumpang dari angin dan beberapa objek seperti debu, serangga, kerikil dan lainnya. Begitu pula untuk membentuk aerodinamika dari mobil.  

Tentu kondisi kaca yang baik perlu dijaga. Terlebh karena iklim tropis di Indonesia yang sering hujan dan setelah itu panas terik, dapat mengakibatkan pertumbuhan jamur dengan cepat. Hal itu pun berdampak mengganggu visibilitas. 

Sebenarnya merawat kaca cukup mudah dan sederhana. Berikut beberapa tips tahapan merawat kaca. 

1. Saat membersihkan kaca, pastikan permukaannya basah agar kaca tidak baret akibat ada�nya kotoran yang menempel di kaca. Gunakan media pembersih seperti lap microfiber. 

2. Khusus kaca depan, upayakan karet wiper tidak menempel pada kaca saat parkir di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Karena karet wiper tersebut dapat menyerap panas dari kaca dan menyebabkan getas. Sehingga kaca bisa baret terkena permukaan karet yang kering tersebut. 

3. Pastikan kaca mobil Anda dalam kondisi kering kecuali saat hujan. Hal ini untuk menghindari kaca ternoda dari proses oksidasi yang dapat menyebabkan pengelihatan Anda terganggu akibat munculnya water spots. 

4. Saat membersihkan kaca samping mobil, pastikan pelipit kaca dibersihkan pakai sikat nylon dipadu sampo. Hal ini dilakukan untuk membersihkan pelipit kaca dari debu.

Rabu, 20 November 2013

Inilah Komponen-Komponen Mesin yang Sering Bermasalah

Meskipun anda tidak akan membenahinya sendiri tetapi anda wajib tahu beberapa komponen mesin yang paling sering bermasalah sehingga tidak mudah dicurangii oleh "bengkel nakal" dan membuat biaya perbaikan membengkak.


Pendeteksian komponen rusak harus diawali dengan pengetahuan akan fungsi komponen tersebut. Berikut fungsi masing-masing komponen dan indikasi kerusakannya:

1. Distributor
Komponen ini berfungsi menyuplai tenaga hasil pengapian ke semua komponen penggerak di rangkaian mesin. Bila pendisribusian tenaga terganggu otomatis mesin bekerja dengan tidak baik.

2. Koil
Koil berfungsi untuk membangkitkan energi listrik. Sehingga bila rusak, maka proses pengapian juga tidak akan terjadi. Hal serupa juga terjadi pada busi, yang berfungsi untuk memantik proses pengapian.

3. Busi
Busi yang aus akan terlihat dari bentuk kepalanya yang sudah rusak atau bisa juga renggang. Bila anda menemukan salah satu busi bermasalah anda wajib mengganti satu set (seluruh busi mesin anda) karena biasanya kondisi busi lainnya tidak jauh berbeda.

4. Sistem injeksi (Khusus mobil bersistem injeksi, bukan karburator)     Sistem injeksi ini adalah sistem distribusi bahan bakar yang mengalirkan bahan bakar kedalam silinder mesin.

Sebenarnya komponen ini jarang rusak namun sering kali menimbulkan gejala bila kotor/tersumbat. Indikasi injector (sistem injeksi) tersumbat yaitu mesin akan bergetar kasar yang tiba-tiba muncul dan segera hilang kala gas diinjak dalam-dalam dan putaran mesin tinggi.

Coba lakukan langkah berikut:
- Nyalakan mesin dan masukan gigi pada posisi netral
- Injak pedal gas dalam-dalam secara tiba-tiba (seperti mau ngebut)- Bila mesin terasa terbatuk; bahasa sehari-harinya "nge-brebet" kemungkinan besar injector anda kotor.

Solusinya adalah dengan melakukan Injector Cleaning. Ada beberapa metode diantaranya Ulrasonic dan Interject Service. Injector Cleaning sebaiknya dilakukan setiap 40.000 km untuk menjaga sistem ini selalu prima.

Sebagai catatan, bensin Premium lebih kotor dibandingkan Pertamax dan Pertamax+ sehingga otomatis mobil yang menggunakan bensin Premium Injectornya cenderung lebih cepat kotor.


5. Karburator
Secara fungsi sama dengan injektor yaitu memasok bensin ke silinder namun karburator bekerja secara mekanis manual sedangkan injektor yang sudah elektronik.

Setelan katup Karburator
Ini bukan komponen, hanya settingan saja. Bila setelan idle katup terlalu tinggi katup karburator tak menutup sempurna, dan menyebabkan supply bahan bakar ke silinder terlalu banyak.

Senin, 11 November 2013

Inilah Penyebab RPM Mobil Naik Sendiri

Mungkin Anda pernah mengalami tiba-tiba mobil Anda �meraung� sendiri, alias gas meninggi padahal pedal tidak diinjak? Biasanya ini terjadi ketika kecepatan rendah atau dalam keadaan berhenti. 

Bahayanya jika mobil kita bertransmisi otomatis. Proses pemindahan gigi dari netral ke D terasa keras seperti dipaksa. Sebab tekanan oli gearbox tergantung dari putara mesin. Efeknya tentu akan memperpendek usia transmisi. Selain itu mobil bisa meluncur cepat secara tiba-tiba. 

Kasus gas meninggi ini biasanya terjadi pada mobil-mobil injeksi dengan pengaturan komputerisasi. Banyak mekanik langsung menuduh kalau gejala ini akibat dari servo idle speed control (ISC). Padahal, tidak sepenuhnya komponen ini bisa disalahkan. Banyak hal lain yang membuat kinerja ISC tidak optimal.

Kemungkinan besar memang bermasalah pada ISC, tetapi bisa saja dari komponen lain. Pengguna yang jorok dan jarang merawat mobil, biasanya kerap mengalami hal ini.

Langkah pertama, cek ISC itu sendiri. Indikasi terbesar karena kebocoran udara atau salah satu katup servo tidak menutup karena kotoran atau kerak uap oli yang terhisap dari ruang bakar. Bersihkan menggunakan lap atau cairan khusus. Jika komponen ini yang bermasalah, biaya penggantian akan cukup mahal, lebih dari Rp 3,5 juta.

Jika ISC ternyata tidak bermasalah, mungkin bisa jadi karena hal berikut ini:
1. Kurang menjaga kebersihan komponen yang seharusnya dirawat rutin. Misalnya saringan udara dan air flow sensor unit. Pastikan mengganti atau membersihkan secara teratur.
2. Cek throttle body, injektor, EGR Valve. Rawat dan bersihkan.
3. Selang-selang vacuum juga harus bersih. Tersumbat sedikit saja bisa mengakibatkan komponen lain terganggu.
4. Karena mobil masa kini banyak mengandalkan sensor-sensor, jaga kondisinya dan selalu mengecek ketika perawatan berkala.

Minggu, 10 November 2013

Rahasia Jual Mobil Bekas dengan Cepat

Panduan cara membeli mobil bekas sudah sering diulas di media. Tapi, jual mobil bekas (mobkas) yang cepat, jarang didapat jurusnya. Cepat atau lambat melepas mobkas ke tangan pembeli, sangat bergantung pada banyak hal. Merek, model, dan tahun produksi memang termasuk dalam persyaratan bahkan bisa dikatakan berada pada posisi teratas. 

Itu saja masih belum cukup bila tidak didukung lima unsur agar mobkas menjadi center of interest. Apa saja unsur tersebut. 


Pertama: bodi mulus Sebaiknya, bodi dipoles. Tujuannya, selain mengilap, menghilanglan baret-baret halus. Karena biasanya pertama yang dilihat bodi. 

Poles bodi bisa dilakukan sendiri karena sudah tersedia bahannya. Kalau pun repot, bisa memanfaatkan jasa car care di parkiran mal-mal atau pusat perbelanjaan. 

Kedua : Interior resik Habis mengamati eksterior, biasanya mengarah ke mesin atau interior. Untuk yang terakhir ini, lirikan ditujukan pada spidometer baru dilanjutkan secara menyeluruh. Adanya luka kecil pada dasbor atau trim atau jok yang sobek - kecil sekalipun - atau busanya kempis, akan mempengaruhi harga. 

Disarankan agar diperbaiki bila ada yang rusak. Terakhir, fitur-fitur harus berfungsi normal. seumpama ada tombol yang hilang, cepat diganti dan akan lebih menolong jika penggantinya orisinal.  

Ketiga: Mesin Perlu diingat, karakter pembeli mobkas berbeda. Ada yang mengutamakan eksterior, tapi umumnya lebih ke mesin. Baik kondisinya, sekalipun bodi ada lecet halus atau interior kurang mulus, tetap jadi pilihan. 

Kalau ingin harga mobkas tinggi, sediakan dana untuk jantung pacu. Yang diperhatikan adalah kebersihan (tidak ada tumpahan oli), sistem pendingin (AC) harus bekerja maksimal, kerja transmisi mulus, terakhir suara mesin. 

Keempat : Beli komponen Usai semua itu, biasanya calon pembeli melakukan uji jalan. Kinerja mesin, pengoperasian gigi transmisi (kalau manual), rem, dan mendengar bunyi-bunyi menjadi perhatian. Ada lagi, yakni suspensi atau bagian kaki-kaki seperti tierod, long tierod, bushing, kopling dan kampas rem. 

Jika pada bagian yang disebutkan di atas kondisinya kurang baik, sebaiknya diganti. Gak usah orisinal, bisa pakai yang kualitas kedua (KW). 

Kelima :Dokumen Pajak kendaraan ikut memengaruhi harga jual. Biasanya, pajak tahunan mendekati habis, pembeli akan menawar harga dengan dalih untuk perpanjangan. Lebih sip lagi, jika mobkas itu masih tangan pertama. 

Kemudian, BPKB, STNK, dan faktur masih lengkap. Tak kalah penting juga, buku manual servis. Karena, di situ bisa diketahui melakukan servis sesuai petunjuk atau tidak.

Selasa, 15 Oktober 2013

Inilah 10 Mobil Terlaris pada September 2013

Pada bulan September ini tercatat penjualan naik 6,8 persen dibandingkan Agustus lalu, yang menembus angka 77.961 unit. Kenaikan penjualan diraih hampir dari seluruh segmen, mulai dari mobil penumpang, komersial, sampai sedan.

Penjualan paling banyak kembali terjadi di kelas low-MPV sebanyak 35.619 unit. Padahal, pada Agustus, penjualannya hanya 28.369 un



Bahkan, yang paling signifikan, terjadi pada kelas city car. Sebab, dengan hadirnya kendaraan hasil program pemerintah, mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC), penjualannya langsung melejit mencapai angka 13.984 unit.

Padahal, bulan-bulan sebelumnya, penjualan mobil perkotaan ini tak sampai belasan ribu. Dan, Agustus lalu tercatat cuma 2.832 unit.

Adapun city car yang paling laku, yaitu Daihatsu Ayla sebanyak 4.337 unit dan Toyota Agya 4.123 unit.

Berikut daftar 10 mobil terlaris di Indonesia pada September 2013:

1. Toyota Avanza 20.066 unit
2. Suzuki Ertiga 6.010 unit
3. Daihatsu Xenia 5.000 unit
4. Toyota Kijang Innova 4.997 unit
5. Suzuki Carry MT PU 4.699 unit
6. Daihatsu Ayla 4.377 unit -- LCGC
7. Toyota Agya 4.123 unit -- LCGC
8. Daihatsu Gran Max PU 4.119
9. Nissan Grand Livina 3.691 unit
10. Toyota Rush 3.560 unit

Minggu, 06 Oktober 2013

Tips Memilih Perangkat GPS buat Mobil

Semakin hari, masyarakat semakin akrab dengan perangkat navigasi GPS (Global Positioning System). Manfaat terbesar dari gadget ini adalah kita jadi mengetahui peta lokasi sehingga lebih mudah mencapai tujuan. 

Meski sudah mulai banyak mobil baru yang dilengkapi navigasi GPS, tapi tetap saja tak semuanya ada. Bagi Anda yang sedang ingin membeli perangkat navigasi GPS, kami paparkan beberapa trik untuk memilih produk yang bagus. 
1. Peta terbaru Secanggih apapun jeroan GPS, akan percuma jika petanya belum di-update. Peta terbaru menjadi penting karena perkembangan jalan baik jalan raya hingga komplek perumahan dan pedesaan yang selalu ada, kemungkinan untuk Anda lintasi. 

Tanya pada penjual apakah software peta yang digunakan merupakan yang terbaru. Sekarang sudah di pertengahan 2013, seharusnya sudah banyak perangkat GPS yang menggunakan peta 2013. Oh ya, pastikan juga bahwa software yang digunakan mudah untuk di-update. Beberapa software peta yang kerap digunakan untuk pasar Indonesia adalah Tele Atlas, NAVTEQ atau Nav Net. 

2. Layar Soal layar, yang pertama dilihat biasanya ukurannya dulu. Semakin besar tentu semakin baik karena memudahkan mata membaca gambar. Tapi berbanding lurus, dengan spesifikasi yang sama, layar yang lebih lebar akan semakin mahal. 

Di pasar, saat ini tersedia perangkat navigasi GPS dalam beberapa ukuran, yang paling popular adalah 3,5 inci, 4,3 inci, 5 inci dan 7 inci. Faktor kedua adalah resolusinya. Semakin tinggi resolusi semakin tajam gambarnya. Tak hanya di malam hari, tapi juga siang hari. Hal ini penting karena saat matahari terik, resolusi yang rendah akan membuat layar terlihat silau sehingga sulit dibaca. Apalagi biasanya perangkat ini ditempatkan di kaca depan yang berlatar cahaya terang dari luar. 

3. Peralatan standar Sebagai navigasi GPS untuk mobil, ada beberapa peralatan standar yang mestinya disertakan dalam paket. Selain GPS itu sendiri, dalam paket juga harus ada bracket dan kabel charger. Selebihnya adalah aksesori jamak seperti softcase, CD software, memory card dan kabel data. 

Walau tidak semua GPS dilengkapi antena eksternal, tapi sebaiknya Anda memilih yang ada antena luarnya. GPS membutuhkan beberapa satelit untuk bekerja. Jika hanya mengandalkan antena dalam akan menyulitkan pencarian sinyal. Apalagi di tengah cuaca berawan atau jika kaca film mobil Anda menggunakan bahan dasar metal. Nah, antena eksternal yang menjadi pemecahannya. 

 4. Sistem operasional Perangkat GPS yang baik harus memiliki sistem operasional yang memudahkan. Tentu karena Anda tentu tidak selalu memiliki waktu banyak saat mengeset lokasi tujuan saat hendak berjalan. Perhatikan tampilan menunya, apakah mudah dibaca dan dioperasikan. 

Pun begitu dengan sensitivitas layar. Mayoritas navigasi GPS untuk mobil menganut layar sentuh. Respons yang singkat dan akurat tentu jauh lebih menyenangkan dibanding layar sentuh yang berjeda dan kerap melenceng dari titik sentuhan.