Rabu, 23 April 2014

Inilah Cara Reset Indikator Water Sediment

Pengguna mobil bermesin diesel atau berbahan bakar solar khususnya Toyota Innova, Fortuner dan Hilux, pasti pernah mengalami lampu indikator sedimen air berkedip. Jika lampu indikatornya berkedip, artinya memperingatkan jumlah air yang terkumpul dalam saringan bahan bakar telah sampai pada tingkat yang ditentukan. 

Problem semacam ini dapat dihilangkan melalui cara reset indikator. Tentunya, sebelum di-reset harus terlebih dahulu membuang endapan air di rumah filter solar. Jangan lupa, ganti sekalian filter solar dengan yang baru. Berikut langkah-langkahnya: 

1. Posisi filter solar terletak di bagian kiri. Lebih tepatnya di belakang aki. Sangat mudah diakses. Jika filter sudah diganti dengan yang baru, lakukan proses bleeding atau buang angin melaui pompa tangan. Dengan cara menekannya beberapa kali, hingga terasa ada tekanan. Hidupkan mesin dan periksa seluruh sistem bahan bakar dari kebocoran. 

2. Pastikan kunci kontak pada posisi Off. Lalu, lepas konektorse switch water sediment. Caranya mudah, cukup tekan pengunci konektor yang letaknya persis di tengah-tengah, kemudian tarik. Letak konektor ini dekat dengan aki dan kabelnya diberi slang pelindung model spiral. 

3. Kemudian setelah dilepas, putar kunci kontak ke posisi On. Proses ini dapat dilakukan sendiri atau minta bantuan teman. Cukup sampai posisi On selama 3 detik, tidak perlu dihidupkan mesinnya. 

4. Kemudian hubungkan kembali konektor switch water sediment dalam waktu kurang dari 57 detik. Jadi, total waktu yang dibutuhkan kurang dari 1 menit. Kalau sampai lebih, mau tak mau mesti mengulang lagi prosesnya dari awal. Pastikan saat menghubungkan kembali konektor hingga terdengar suara klik supaya benar-benar kencang. 

5. Jangan lupa untuk memastikan bahwa lampu water sediment padam 3 detik setelah konektor dipasang. Perhatikan juga untuk mengganti filter solar secara berkala sesuai anjuran pabrik. Jika menggunakan saringan solar aftermarket, sebaiknya ganti setiap 5.000 km, bersamaan dengan penggantian oli supaya tidak lupa.

Rabu, 16 April 2014

Jurus Antisipasi Kejahatan dengan Modus "Ban Kempis"

Sekarang ini merebak kejahatan dengan modus "menunjuk ban kempis" di jalan raya, ini ada trik agar lolos dari jebakan tersebut. Jurus antisipasi ini berlaku bagi semua pengendara kendaraan khususnya mobil. 

Dalam kondisi terdesak ataupun terancam, usahakan agar tetap tenang untuk mengontrol kendaraan sebaik mungkin. Jangan panik yang dapat menimbulkan kecelakaan. Lebih penting lagi, pemilik mobil harus mengenali karakter kendaraannya. Terutama sistem gerak rodanya, depan atau belakang. Umumnya, mobil-mobil baru sekarang berpenggerak roda depan. 

Jika mobil gerak roda depan (FWD) dan yang ditunjuk bagian depan, ini untuk mendeteksinya. Pertama, jika kempis (angin tidak habis dan hanya separuhnya), setir terasa berat. Kedua, lepas kedua tangan dari pegangan setir. Dan setir akan bergerak mengarah - jika kempis sebelah kanan - ke kanan. begitu juga sebaliknya. 

Sekiranya yang ditunjuk ban belakang. Pertama, tenaga mesin bekerja lebih berat. Kedua, jika kempisnya tinggal 10 persen, terdengar bunyi karet seperti "klepek....klepek...klepek". Ketiga, pergunakan kaca spion, jika sudah dilengkapi dengan sistem elektrik. Turunkan posisi kaca sampai bisa melihat kondisi ban.

Rabu, 02 April 2014

Inilah Cara Sederhana Rawat AC Mobil

Mayoritas pengguna mobil terkadang menganggap enteng pemeliharaan AC (air conditioner) dan tidak tahu bagaimana cara merawatnya. Sebenarnya, merawat AC itu tidaklah sulit dan itu bisa dilakukan sendiri. 

Ada beberapa tahapan yang dilakukan dan bisa dikerjakan sendiri dalam merawat AC mobil. 

Pertama adalah dilarang merokok di dalam mobil, juga debu-debu yang ada di lantai dasar sebaiknya dibersihkan setiap 2 hari sekali. 

Untuk mobil tahun 2012 ke atas sudah ada filter kabinnya, jadi setiap 3 atau 6 bulan sekali dibersihkan agar tidak merogoh kocek yang terlalu dalam ketika ada kerusakan nanti. 

Sedangkan mobil di bawah tahun 2012 atau yang belum ada filter kabinnya perawatannya lebih baik perawatannya dilakukan setiap 60.000 km ke atas. 

Unuk mobil baru sekarang ini, bagian motor fan/ extra fan sedikit ringkih jadi sebaiknya 3 bulan sekali dibersihkan beda dengan mobil yang lama. 

Mengecek atau membersihkan bisa dilakukan ketika sedang memanaskan mobil. Sebab kalau fannya lemah, mobil terkadang suka overheat dan bisa mogok di jalan. 

Kuncinya ketika memanaskan mobil periksalah fannya apakah masih bekerja dengan baik sambil menunggu mobil yang sedang dipanaskan mesinnya.

Selasa, 18 Maret 2014

Tips Hindari Curanmor yang Pakai Modus "Radio Jammer"

Di jaman maju seperti sekarang ini, maling juga meningkatkan kemampuannya untuk bisa berhasil, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi. Saat ini pencurian mobil atau barang-barang di mobil dengan modus "Radio Jammer" mulai marak di tanah air. 

Untuk remote yang biasa di mobil memang menggunakan pita frekuensi 315 Mhz dan pemilik mobil diharapkan meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, pada frekuensi itu, remote tidak akan berfungsi jika ada Radio Jammer di sekitarnya. Dan saat ini belum ada penangkalnya. 

Sebaiknya mobil dilengkapi GPS Tracker dan alarm yang canggih pula. Bila kondisi tidak memungkinkan, cara paling efektif, yakni menghindar. Jadi, ketika akan meninggalkan mobil, ternyata pintu tidak bsia terkunci dengan remote, boleh jadi mobil masuk perangkap "radio jammer". 

Jadi sebelum memarkirkan mobil, perhatikan kondisi sekitarnya. Apakah ada mobil yang masih ada orang di dalamnya. Jika pintu tidak terkunci, pindah lokasi parkir sambil mengamati ada tidak yang mengikuti dari belakang. Pindahnya, lebih dari radius 25 meter. 

Pakailah kunci pengaman tambahan pada setir atau kontak rahasia yang memungkinkan pembobol lebih lama dalam bekerja. Karena, tanpa itu, mobil bisa dibawa kabur kurang dari 5 menit saja. Durasi menjadi penting karena bisa membuat maling kesulitan dan panik dalam bekerja. Selain takut aksinya diketahui orang, maling juga takut si pemilik mobil akan cepat kembali.

Selasa, 11 Maret 2014

Tips Agar Tidak Tertipu Beli Mobil Bekas Kebanjiran

Membeli mobil bekas atau mobil seken butuh ketelitian. Sebagai langkah antisipasi, tentu pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan. Termasuk performa secara keseluruhan menjadi dasar sebelum memboyong mobil idaman. 

Jadi bukan lantaran banderol murah, tapi sejatinya, karena segala sisi dari mobkas itu masih pada kondisi yang dapat Anda terima. Termasuk bebas dari rendaman banjir tentunya. Nah, ada beberapa langkah untuk menghindari mobil bekas rendaman banjir. Jangan terpedaya dengan penampilan eksterior semata. Paling tidak, efek samping yang bakal didera bisa dihindari dengan mengetahui ciri-cirinya. 

Periksa interior 
Paling kentara dengan memeriksa kondisi interior. Jangan terkecoh dengan penampilan eksterior kala berhadapan dengan mobil yang sedang diincar. Periksa panel dan sudut yang ada di kabin. Seperti di bawah dasbor, di bawah ban cadangan di kabin, panel instrumen, door trim, kompartemen, hingga ke lokasi baut di interior. Umumnya, ada endapan kotoran berupa lumpur masih menyisa di area ini. 

Bau tidak sedap 
Masih dalam area kabin, mobil yang pernah terendam banjir, pasti menyisakan bau tidak sedap. Bila saat membuka pintu, bau tidak sedap terendus, Anda mesti curiga. Pun demikian bila aroma pewangi yang berlebihan. Kecurigaannya, si penjual menyiasati kondisi ini untuk memanipulasi aroma kabin. Bisa juga dari bau tak sedap dari AC. Bercak atau noda Logikanya, bila mobil dalam kondisi terendam, kotoran berupa lumpur bakal membekas. Lihat saja, sejumlah peranti di kabin seperti jok, karpet hingga karet pintu. Periksa teliti perbedaan warnanya dan sisa kotoran yang masih melekat. Bila di karpet, periksa bagian bawahnya atau pada karet pintu. Sementara jok, lihat gradasi warnanya. 

Cek perangkat elektronik 
Coba Anda cek fungsi perangkat elektronik. Seperti mengecek fungsi lampu, central door lock, power window, wiper, slot lighter, lampu sein, suara ketika mesin distart dan lainnya. Pastikan kondisi peranti elektronik itu dalam kondisi baik. Bila tidak, kemungkinan pernah terendam banjir menjadi alasan kuat untuk kasus ini. 

Domisili 
Anda bisa menanyakan domisili pemilik mobil. Bisa juga memeriksa lewat STNK. Setidaknya, informasi domisili menjadi dasar untuk melanjutkan proses selanjutnya. Perhatikan lokasi tempat tinggal dan aktivitas kesehariannya, rawan banjir apa tidak. Langkah ini memang untuk meyakinkan saja, bila mobil yang belum balik nama dan dipakai di daerah berbeda dengan STNK.

Jumat, 07 Maret 2014

Yang Harus Dihindari Agar Lampu Mobil Tidak Kusam

Tampilan mobil dengan lampu yang bening menjadi impian bagi setiap orang. Biasanya masalah lampu kusam itu sering terjadi pada mobil yang usia pakainya lebih dari 5 tahun. 

Lampu Mobil
Penyebab utama lampu kusam karena sudah lama atau usia pakai. ada juga karena kepanasan atau sering tersorot sinar lampu dari dalam. 

Faktor lainnya, selain ditambah sering terkena pasar dari sinar lampu juga karena sering kehujanan dan tidak langsung di lap ketika hujan reda. Itu menyebabkan pernisnya kalah dan menjadikan kaca lampu menjadi buram atau berwarna kuning kusam. 

Proses kaca lampu mobil dari bening hingga ke buram atau kusam bisa sampai 5 tahun atau lebih. Sebaiknya untuk memperpanjang umurnya harus pintar-pintar merawatnya. Misalnya setelah kehujanan langsung dilap sampai kering. 

Jangan pula menggunakan lampu dengan watt yang besar serta lampu yang palsu karena sinarnya yang bisa membuat kaca menjadi panas dan cepat menguning.

Rabu, 05 Maret 2014

Tips Non-Aktifkan Suara Alarm pada Innova & Avanza

Saat alarm Toyota Avanza atau Kijang Innova (standar bawaan pabrik) diaktifkan akan terdengar bunyi bip-bip dari klakson, dibarengi kedipan lampu sein dan central door lock (mengunci atau membuka). 

Remote Alarm
Suara cukup keras dari alarm ini tentu bikin risih sebagian orang, apalagi saat malam hari. Sebetulnya, suara itu bisa saja dihilangkan dengan menekan tombol bergambar speaker yang dicoret (silent mode) pada remote alarm. Tapi, tidak semua dilengkapi dengan silent mode. 

Contohnya untuk Kijang Innova hanya pada tipe G dan V yang ada, sedang tipe E dan J hanya ada tombol buka dan mengunci. Sebetulnya ada trik yang bisa dilakukan untuk mengaktifkannya. Pabrikan biasanya menyertakan guidance di manual book. 

Bagi yang belum sempat membaca manual book, ini langkah-langkahnya: 

1. Tutup semua pintu termasuk kap mesin. Pastikan kondisi mobil tidak terkunci (disarm). Lalu, pencet tombol kunci-buka-kunci-kunci secara simultan. Artinya jangan ada jeda. Ya, sekitar 3 detik. Maka, otomotis mode silent sudah aktif. Dengan aktifnya mode silent ini, setiap kali memencet tombol buka dan tutup, maka tidak terdengar lagi suara bip. Terkecuali, bunyi central doorlock dan lampu hazard yang menyala sekali. 

2. Jika bosan dengan mode Silent, mode bunyi bisa kembali diaktifkan. Caranya sama. Pastikan semua pintu dan kap mesin tertutup. Mobil kondisi tidak terkunci dan pencet tombol kunci-buka-kunci-kunci. 

Bila sukses, akan ditandai dengan bunyi bip. Dengan begitu, saat membuka atau mengunci pintu melalui kontak, akan terdengar bunyi dari klakson. Tapi, mesti diingat, metode ini hanya bisa diterapkan buat Kijang Innova terbitan tahun 2010 hingga yang terbaru. 

Cara tersebut juga tidak bisa digunakan buat All New Toyota Avanza. Hal ini karena Toyota Astra Motor (TAM) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Toyota mempunyai banyak vendor dalam membuat alarm. 

3.Untuk All New Toyota Avanza, ini caranya. Dalam kondisi Disarm mode (alarm tidak aktif atau central doorlock terbuka), tekan gambar speaker, lanjutkan dengan menekan tombol gembok tertutup. Akan terdengar nada sirine atau klason sekali, sebagai sebagai tanda Silent mode alarm sudah aktif. 

4. Untuk menonaktifkan Silent mode , dengan cara sebaliknya. Pastikan sistem keamanan tidak aktif atau Disarm mode. Lalu, tekan tombol gambar speaker kemudian tekan tombol gembok terbuka. Akan terdengar bunyi sirine dua kali. Tandanya Silent mode sudah tidak aktif.