Tampilkan postingan dengan label balancing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label balancing. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2013

Kenali Munculnya Getaran di Setir Mobil

Masih banyak pengendara mobil melakukan kesalahan dalam perawatan kendaraan, salah satunya sikap menganggap remeh gejala-gejala yang sebenarnya dapat memicu kerusakan lebih serius. 

Contohnya, jika setir (kemudi) bergetar sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Seharusnya setir tidak terlalu menimbulkan getaran ketika melaju pada kecepatan berapa pun. Namun, banyak kasus yang terjadi di mana mulai terasa getaran saat mobil dipacu pada kecepatan di atas 100 km/jam. 

Gejala ini sebenarnya mengindikasikan telah terjadinya masalah pada roda-roda bagian depan. Umumnya, kasus ini dipicu roda-roda yang tidak balance. Jika dibiarkan, komponen-komponen yang terkait dengan setir dapat terkena imbas. Misalnya, tie rod, end tie rod, bushing steer, serta lahr akan cepat aus dan tidak presisi (oblak). 

Sebaiknya, jika mendapatkan setir bergetar kurangi kecepatan kendaraan. Berkendaralah dengan kecepatan yang tidak menimbulkan getaran pada setir. 

Tentu saja, diharapkan dengan berkurangnya kecepatan, getaran pada setir berkurang, maka efek kerusakan pada komponen lain pun dapat diminimalisir. Selain itu, bergegaslah membawa mobil Anda ke bengkel untuk dilakukan balancing. 

Sebagai bentuk pencegahan, rawatlah kendaraan secara teratur. Jangan lupa, setiap kelipatan 10.000 km lakukanlah balancing. 

Getaran juga dapat disebabkan jika roda-roda mobil sering dipaksa secara kasar melintasi medan yang buruk. Karena itu, bila kebetulan berkendara di jalan yang berlubang, melajulah dengan kecepatan pelan agar benturan pada roda tidak terlalu keras.

Senin, 25 Maret 2013

Perlunya Spooring dan Balancing untuk Mobil Anda

Saat mengendarai mobil tiba-tiba Anda merasakan getaran hebat pada kemudi mobil Anda, apalagi saat mobil tengah melaju 80 km per jam dan sangat mengganggu perjalanan anda. Atau apakah Anda merasakan suatu guncangan hebat dalam mobil setelah berpapasan dengan bus atau mobil besar lainnya pada kecepatan tinggi.

Jangan menganggap sepele hal ini, meskipun dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan pada spare part mobil anda. Ketahuilah, penyakit dari semua itu kuncinya pada keselarasan (spooring) dan keseimbangan (balancing) roda serta piranti kemudi (setir) sebagai pengendali gerakan mobil.

Biar mobil mulus lagi jalannya, sebaiknya dicek terlebih dahulu semua kondisi ban dan pelek, pengecekan bagian suspensi, hubungan pada setiap sambungan kaki-kaki. Kemudian lakukan perbaikan balancing dan spooring.Pengecekan ban sebelum di-balancing dimaksudkan untuk mengetahui rotari ban. Ban yang tidak seimbang/balance akan membuat setir kemudi mobil anda menjadi bergetar, dan kemungkinan membuat ban menjadi cepat aus bahkan dapat merusak suspensi kendaraan.

Biasanya getaran ini terjadi di atas 80 km per jam. Jadi balancing ban mobil anda secara rutin. Dan untuk melakukan spooring dilakukan jika terasa kemudi membuang ke satu arah ke kanan atau ke kiri. Kegiatan spooring harus dilakukan agar poros titik kelurusan ban mobil tetap terjaga.

Selain itu Spooring perlu dilakukan supaya keausan ban merata dan memberikan kestabilan pengemudi. Pastikan kaki-kaki mobil benar-benar dalam kondisi siap jalan. Jangan biarkan hal ini terjadi pada mobil anda.

Rabu, 16 Januari 2013

Inilah Inovasi Terbaru dari Ban Mobil



Kabar gembira buat anda yang malas memeriksa kondisi telapak ban alias treadwear. Pasalnya, ada konsep baru untuk mengetahui tingkat keausan ban. Yakni dengan aplikasi ban dua warna atau yang disebut Discolor Tyre Concept.

Discolor Tyre Concept ini didesain oleh Gao Fenglin dan Zhou Buyi dengan memiliki lapisan terang berwarna orange karet yang tertanam pada bagian dalam ban.

Cara kerjanya mudah. Ketika tapak ban sudah tipis atau gundul sampai ketingkat minimum, atau kira-kira sudah dipakai sekitar 20.000 km, lapisan warna orange dibagian dalam akan menggantikan warna telapak yang hitam diluar.


Meski konsepnya sederhana, tetapi hal ini akan mempermudah pengemudi untuk mengetahui bahwa ban harus segera diganti.

Jadi anda tak perlu lagi berjongkok sambil memperhatikan tanda segitiga dan tapak ban yang selama ini menjadi indikator keausan ban.

Sayangnya, kedua desainer ban inovatif tersebut masih belum memberi keterangan mengenai kapan dan merek apa yang akan menganut teknologi tersebut.