Minggu, 10 Februari 2013

Tips Pacu Mobil dengan Aman

Mengebut atau memacu mobil dengan kecepatan kencang adalah hal yang wajar misalnya dalam situasi darurat, selama dilakukan dengan aman dan tidak merugikan pengguna jalan lainnya.
Berikut adalah delapan tips bagaimana mengebut dengan aman:
1. Kendarai mobil dengan halus
Ini adalah satu aspek paling penting untuk meningkatkan performa kendaraan dan keamanan ketika anda sedang mengebut. Jika Anda mengemudi dengan halus, cengkeraman (grip) roda pada jalan tidak akan berkurang dan kontrol mobil lebih kuat pada kecepatan yang tinggi. Sebaliknya, semakin Anda tergesa-gesa dalam memindahkan gigi misalnya, cengkeraman roda mobil yang Anda kendarai akan semakin berkurang.

2. Pastikan duduk dengan posisi nyaman
Hal-hal kecil seperti posisi duduk justru menjadi aspek penting untuk berkendara dengan aman dan mendapatkan kinerja yang optimal dari kendaraan Anda. Pastikan posisi duduk Anda dapat mencapai pusat atas dari setir dengan kedua tangan Anda. Semakin kencang lari mobil Anda, semakin sedikit juga waktu Anda untuk bereaksi, sehingga posisi duduk yang tepat sangatlah penting.
Jangan pernah lupa menggunakan sabuk pengaman dan hindari perilaku multi-tasking seperti mengirim pesan, menelpon, makan minum dan lainnya sekalipun mobil Anda didukung perangkat canggih untuk dapat melakukannya

3. Ambil jalur cepat
Perhatikan jalur yang Anda ambil ketika sedang mengebut. Kontrol diri Anda, jangan pernah memaksakan mengebut ketika jalanan sedang ramai atau dalam jalur lambat di jalan tol. Mengebut itu hal yang wajar asal tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Jika memaksakan diri, Anda bukannya terlihat keren tetapi justru terlihat konyol di mata pengguna jalan lainnya.

4. Pengendalian di tikungan
Mempertahankan kecepatan sambil menikung sangat tidak disarankan. Ini akan sangat berbahaya. Gunakan momentum menikung dengan konsentrasi pada setir dan bukaan rem, dan hanya gunakan pedal gas ketika memasuki akhir tikungan secara bertahap. Dengan demikian sudut mobil akan tetap stabil dan kecepatan mobil tidak akan berkurang jauh.

5. Hindari oversteer
Oversteer biasanya terjadi ketika Anda memaksa memacu kendaraan di tikungan dan roda belakang menjadi selip. Hilangnya cengkeraman (grip) dari roda belakang belakang karena oversteer terjadi karena sejumlah faktor. Misalnya, seperti pengereman telat ketika menikung, mengambil sudut tikungan terlalu dekat atau melepas pedal gas di tengah tikungan. Bagaimana cara mencegahnya?
Pastikan roda depan Anda mengarah pada arah yang Anda inginkan. Jika melewatkan aspek ini, mobil Anda bisa spin atau bahkan terbalik. Biasakan juga untuk tidak melakukan rem mendadak. Mengeremlah secara bertahap dalam satu garis lurus, kemudian baru memasuki tikungan. Tidak semua mobil memiliki fitur ABS (Anti-lock Braking System), maka dari itu tahap pengereman sangatlah penting.

6. Kenali tipe mobil Anda
Kenali mobil yang Anda miliki. Apakah berpenggerak roda depan, roda belakang, atau keempat roda. Mobil dengan penggerak roda depan biasanya memiliki handling yang baik ketika memasuki tikungan dengan cepat, oleh karena itu para drifter cenderung menggunakan tipe mobil ini.
Sedangkan mobil dengan penggerak roda belakang cenderung limbung ketika memasuki tikungan dengan cepat. Sementara mobil dengan penggerak empat roda menjanjikan kestabilan yang lebih baik.
Jangan memaksakan mengebut dengan mobil dengan spesifikasi standar, perhatikan tipe dan ukuran ban, suspensi, bobot total kendaraan dan perangkat rem yang sesuai. Kecuali yang Anda kendarai adalah mobil sport.

7. Kenali kondisi mobil Anda
Seharusnya sebelum berpergian apalagi dalam jarak jauh, cek kondisi mobil Anda terlebih dahulu. Jangan memaksa mengebut dalam kondisi mobil yang tidak prima.
Periksa kondisi mesin, kestabilan kemudi, air radiator, oli mesin, power steering, tekanan udara pada ban, kampas rem dan kopling, serta lainnya karena mengebut akan memaksa mesin Anda untuk bekerja lebih ekstra.

8. Sesuaikan dengan kondisi jalan
Kondisi jalan yang sedang basah dan berkabut jelas akan mengurangi traksi dan cengkeraman roda mobil dan visibilitas Anda pada jalan. Jadi jangan berpikir Anda bisa mengemudi dengan cara yang sama dalam situasi ini. Kegagalan untuk beradaptasi dengan kondisi jalan adalah salah satu penyebab utama kecelakaan.


Artikel Terkait:
Tips Aman Melewati Genangan Air dengan City Car
Trik Membawa Barang Bawaan yang Aman di Mobil


Jumat, 08 Februari 2013

Tips Ringan Memilih Audio Mobil

Kabin mobil dengan kualitas sistem audio yang asik didengar tentu menjadi kebutuhan primer bagi anda yang suka berkendara. Daripada bingung memilih sistem audio yang bakal disematkan pada mobil anda, berikut ada panduan ringan seputar memilih audio. 
Pertama, adalah pilih sistem berdasarkan tingkat kinerjanya. Hal ini dibutuhkan jika anda adalah orang yang benar-benar menggemari satu aliran musik. Contohnya, jika anda penggemar musik rap silakan memilih sistem dengan suara bass bagus. 

Namun justru kebalikannya, jika anda pecinta musik klasik. Selanjutnya, pilih sistem audio dengan pilihan input beragam. Pilihan sistem ini yang mungkin untuk menyetel CD kegemaran anda, atau menggunakan port USB dan iPod untuk mendengarkan musik. 
Input tambahan ini akan sangat berguna saat anda bepergian ditempat yang tak memiliki frekuensi radio baik, atau saat tak ada channel radio yang diminati. Lalu, jangan lupakan fitur ekstra. Meski terlihat remeh, tapi tambahan remot kontrol, cahaya iluminasi yang apik dan detail kecil lain akan menarik perhatian anda saat berkendara. 

Terakhir, pilih tata suara kabin dari merek terpercaya. Kualitas suara dan keawetan produk memang berpengaruh dari produk apa yang kita pilih. Jadi saat memilih, jangan hanya tertarik dengan fitur lengkap dan harga murah saja.

Kamis, 07 Februari 2013

Inilah Mobil Listrik Paling Aman

Badan Keamanan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika menguji kehandalan mobil listrik Ford Focus listrik dan hasilnya, Ford Focus mendapatkan bintang lima.

Memang bintang lima yang diterima Ford Focus kali ini terasa tidak mengherankan. Mengingat sistem keamanan yang ditawarkan di dalamnya, tidak berbeda dengan Ford Focus hatchback Focus biasa (mesin bensin).
Akan tetapi tetap saja Ford Focus listrik merupakan salah satu mobil listrik pertama yang paling aman di dunia. Sehingga jika anda seorang penggemar kendaraan ramah lingkungan, tentu bisa menjadi pilihan baru Anda.
Terlebih Ford Focus kali ini juga memiliki berbagai fitur keamanan canggih, seperti kontrol stabilitas elektronik AdvanceTrac, dan airbag. Selain itu fitur keamanan lainnya datang bersama Focus Electric AWD yang lahir di 2013.

Seperti anti-lock braking system, LATCH (pengamanan lebih untuk anak-anak), dan sistem keamanan antimaling engine immobilizer.

Rabu, 06 Februari 2013

Tips Memilih Sokbreker Mobil

Sebelum memutuskan untuk mengganti sokbreker, tentu Anda perlu mengetahui kondisinya terlebih dahulu. Bila kinerja sokbreker dirasa mulai melemah atau usia telah mencapai 3 � 5 tahun/lebih dari 60.000 km. 

Ciri yang dapat langsung dirasakan, ketika ayunan mobil terasa berlebih saat melewati lubang jalan atau gundukan. Hal ini menandakan kinerja sokbreker telah mulai melemah. Lainnya adalah rembesnya cairan oli pada sil di sokbreker, sehingga tekanan pun menurun drastis. paling parah bila sokbreker telah mengeluarkan bunyi �bletak� Iatau tumbukan antar komponen di dalam sokbreker itu sendiri. 
Pasalnya, sokbreker memiliki fungsi untuk meredam gerakaan berlebih dari per di kendaraan. Bila mobil mengayun berlebih saat menabrak lubang, tentu sangat mempengaruhi pengedalian dan kestabilan mobil. Belum lagi, keasusan ban pun menjadi tidak merata lantaran permukan ban tidak menerima beban secara merata.

Selain memperhatikan unsur safety dan kenyamanan, factor biaya produksi pun menjadi salah satu acuan untuk memperoleh harga  jual kendaraan yang kompetitif. Tak pelak, ini bersinggungan dengan penerapan teknologi didalamnya.

Umumnya, jenis sokbreker terbagi menjadi dua; tipe oli dan gas. Kedua jenis ini memiliki karakter yang berbeda. Dimana jenis oli memiliki kecenderungan berkarakter nyaman ketimbang jenis gas. Tipe gas pun tidak serta merta berisikan gas 100%. Peran oli sebagai pelumas pun tetap dibutuhkan.

Untuk mengetahui sokbreker jenis oli atau gas, Anda dapat menekannya. Jika sokbreker jenis oli, maka batang sokbreker tidak akan kembali terangkat ke posisi semula. Pun begitu sebaliknya.

Selain itu, beberapa produk aftermarket kerap menawarkan sokbreker tipe double action. Padahal, tipe ini cukup mempengaruhi kinerja sokbreker ke sisi negatif. Dimana peran sokbreker lebih kepada menjaga kecepatan saat kembali ke posisi semula atau rebound.

Double atau single action hanya merupakan perbandingan persentase antara saat compress dan rebound. Bila single action memiliki perbandingan 40 compress dan 60 rebound, maka double action sebaliknya. Dimana semakin tinggi angka persentase, maka sokbreker memiliki tahanan yang semakin kuat. Jadi saat rebound, selain per yang memiliki karakter memantulkan, sokbreker pun kian menambah kecepatan ketika pergerakan ke atas atau kembali ke posisi semula.

Sedangkan desain sokbreker juga terbagi menjadi dua model; mono tube atau twin tube.  Mayoritas produsen mobil yang mengedepankan kenyamanan dan durability yang tinggi, tentu twin tube menjadi pilihannya. Dengan karakter tidak linear, membuat kenyamanan berkendara saat diisi oleh sedikit penumpang atau bermuatan penuh akan terjaga. Sebab, semakin sokbreker ditekan, maka tingkat kekerasannya akan semakin tinggi.

Berbeda dengan model mono tube. Dimana tekanan akan tetap sama ketika sokbreker di tekan habis sekalipun. Plus, kekuatan berkat model dua tabung ketimbang single tabung dalam menahan bobot kendaraan. 

Nah, bila telah memahami karakter dari produk sokbreker aftermarket, anda pun dapat menyesuaikan dengan kebutuhan. Apalagi bila Anda memilih sokbreker yang telah dilengkapi pengaturan tingkat kekerasan. Fleksibilitas pun kian menjanjikan untuk mengetahui frekuensi yang tepat di sistem suspensi mobil Anda.

Selasa, 05 Februari 2013

Mengenal Sistem "Four Wheel Steering" BMW

BMW pada mobil Seri-7 terbaru (740Li dan juga 750Li) kembali menerapkan sistem kemudi empat roda (4-wheel steering) dan diberi nama BMW Integral Active Steering. Dengan sistem kemudi cerdas ini, sudut belok roda depan dan belakang dapat diatur sesuai kondisi. 

Sistem ini merupakan paduan active steering yang mampu mengubah rasio putaran kemudi sesuai kecepatan dengan mechatronic actuator yang menggerakkan roda belakang sesuai sudut yang dibutuhkan.
Berbeda dengan sistem four wheel steering lama, tak ada hubungan mekanis antara kemudi roda depan dan belakang. Sudut belok roda belakang ditentukan oleh ECU yang memantau berbagai aspek seperti kecepatan, derajat belok roda depan, maupun sudut kemiringan mobil.

Tentu saja sistem kemudi ini tidak terlepas dari beberapa sistem lainnya seperti Dynamic Stability Control (DSC) maupun Integrated Chassis Management  yang sama-sama bertugas menjaga kestabilan kendaraan.


Pada kecepatan di atas 80 km/jam, roda belakang dapat bergerak dengan sudut maksimum 3 derajat searah dengan roda depan. Hal ini meningkatkan kestabilan dan keselamatan di berbagai manuver. Seperti saat mobil pindah jalur di jalan bebas hambatan maupun melewati tikungan panjang.

Pada kecepatan rendah, mobil terasa tak begitu panjang sehingga mudah diajak bermanuver. Pada kecepatan sampai 60 km/jam, roda belakang bergerak juga dengan sudut 3 derajat berlawanan arah dengan roda depan. Pada saat yang sama, Active Steering akan menurunkan rasio putaran kemudi pada roda depan.

Kombinasi kedua fitur ini mampu menghasilkan kemampuan bermanuver yang baik terutama di jalan sempit maupun berkelok tajam. Saat melakukan manuver untuk parkir, mobil dengan panjang sumbu roda 3,21 meter ini, mengalami penurunan radius putar hingga 70 cm dibandingkan tanpa sistem ini.

Selain beberapa keuntungan yang signifikan di atas, pengemudi juga tidak perlu melakukan gerakan ekstra karena derajat belok roda depan sudah mendapatkan kompensasi dari roda belakang selain Aktive Steering yang telah diadaptasinya. Hal ini mereduksi segala usaha untuk memutar kemudi menjadi lebih rendah lagi. Pengemudi maupun penumpang bisa sama-sama merasakan sensasi berkendara tanpa mengorbankan kenyamanan.

Tips Cegah Efek Buruk Air Hujan

Saat Musim hujan seperti sekarang ini, semua bagian bodi mobil yang dibuat dari pelat besi berisiko terserang korosi. Kecuali mobil Anda menggunakan aluminium sebagai bahan pembuat bodinya. 

Celakanya, air hujan bisa masuk ke celah-celah dan sudut bodi yang kurang mendapat perhatian. Dan air ini akan lebih lama bersarang jika terdapat kotoran seperti pasir yang membuatnya lebih susah kering. Jika dibiarkan, air ini akan menimbulkan oksidasi dan selanjutnya berubah menjadi karat.
Cara paling mudah mencegah karat di mobil adalah dengan mencucinya secara teratur. Minimal seminggu sekali, atau dalam musim hujan seperti sekarang, seminggu dua kali. Dengan mencuci teratur, kotoran akan hilang dan air lebih mudah mengering. 

Selain itu, oksidasi atau bercak juga bisa timbul pada permukaan cat. Air hujan yang dibiarkan lebih dari 24 jam akan berpotensi memunculkan water spot. Jika water spot ini dibiarkan, lama kelamaan akan berubah menjadi acid spot. Selain membuatnya sangat sulit atau bahkan tak bisa dihilangkan, spot ini akan mengurangi kekuatan cat melindungi bodi. Dan jika cat sampai pecah, pelat besi pun akan langsung terkena udara lembab serta air, dan selanjutnya akan timbul karat. 
Di samping air hujan, kotoran burung, getah pohon, asap knalpot dan kawasan pantai juga merupakan senyawa yang sangat berbahaya bagi cat mobil Anda. Berikut beberapa tips ringan untuk mencegah munculnya karat: 

1. Cucilah kendaraan Anda jika habis kena air hujan
2. Lap pakai kain bersih hingga benar-benar kendaraan Anda kering
3. Poles mobil dan bubuhkan wax  agar air tak mudah menempel, sekaligus memberi perlindungan tambahan pada bodi mobil.
4. Cucilah paling tidak 2 minggu sekali di tempat pencucian mobil agar kotoran di kolong tersingkir



Artikel Terkait:
Panduan Memilih Ban Mobil saat Musim Hujan
Kenali Bagian Rawan Jamur dan Karat pada Mobil


'Jok Getar' Fitur Keamanan Terbaru dari GM

Keputusan General Motors (GM) menambahkan peringatan getaran karena sistem suara dan visual belum sepenuhnya ampuh atau efektif. Kemungkinan pengemudi, bahkan penumpang cuek dengan suara peringatan dan indikator visual di panel instrumen, bisa saja terjadi. Karena itu sistem Lane Shanging Alert (Warning) System sebagai sistem peringatan pindah lajur disematkan pada Cadillac pada XTS.

GM langsung mengklaim (tentu saja mematenkannya), Cadillac XTS adalah mobil pertama di dunia menggunakan sistem peringatan getar jok. Getaran tidak hanya untuk memperingatkan pengemudi saat pindah lajur, juga waktu parkir. GM menyebut sistem ini �Cadillac Safety Allert Seat�.
Bagian bawah jok � yang diduduki � bergetar kanan- kiri untuk memperingatkan pengemudi terhadap kemungkinan bahaya, Misalnya, arah mobil melenceng atau hampir menyenggol mobil lain saat parkir.

Sistem juga digabungkan dengan peringatan suara berupa �bip-bip� dan visual. Keduanya bisa matikan bila dinilai mengganggu!  Dijelaskan, dengan getaran, pengemudi lebih cepat fokus mengantisipasi bahaya.

Ditambahkan, peringatan perasaan ini efektif dan intuitif untuk mengurangi kekacauan indera penglihatan dan pendengaran pengemudi. Khusus bagi mereka yang sudah berpengalaman mengemudi. Cuek dengan suara dan simbol-simbol.

Sistem keselamatan aktif  ini merupakan bagian dari paket Cadillac Driver Awarness and Driver Assist  membantu pengemudi tidak menabrak. Isi paket antara lain peringatan kemungkinan menyeruduk (tabrakan belakang), peringatan pindah jalur, zona tak terlihat (blind spot) dan peringatan mobil di belakang. 

Safety Alert Seat bekerja dengan berbagai sensor dan kamera yang dipasang  pada mobil. Sistem bisa membuat keputusan langsung, mengaktifkan sistem peringatan untuk bekerja atau tidak.

Jok juga dihubungkan ke Sistem Parkir dan Peringatan Lalu lintas Belakang (Rear Cross Traffic Allert), khusus saat berada di tempat parkir yang sempit. Untuk ini digunakan kamera yang dipasang di eksterior. Selanjutnya, pengemudi bisa melihat di luar mobil melalui panduan parkir pada layar LCD 8 inci di bagian tengah panel instrumen.

Ketika mobil mundur, jok bergetar pada kedua sisi bila ada obyek. Getaran makin kencang ketika obyek semakin dekat!